Begini Penjelasan Pemkab Blora soal Munculnya Keraton Djipang

Arif Syaefudin - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 11:57 WIB
Raja Keraton Djipang saat kirab tahun 2016. (Foto: Istimewa)
Blora - Pemerintah Kabupaten Blora menyebut aktivitas Keraton Djipang yang ada di wilayah Desa Jipang Kecamatan Cepu, Blora, hanya ada pada waktu-waktu tertentu saja. Itu pun sebagai bentuk melestarikan nilai-nilai kebudayaan.

"Setahu kami seperti yang disampaikan Pak Gubernur (Ganjar Pranowo), itu sekedar melestarikan nilai-nilai budaya. Dia aktivitasnya hanya temporary saja," kata Wakil Bupati Blora, Arif Rochman, saat dihubungi detikcom, Jumat (17/1/2020).


Arif Rochman memaparkan bahwa beberapa waktu lalu Keraton Djipang tersebut memang sempat muncul ke masyarakat ketika menggelar kirab budaya. Dalam acara itu Pemerintah Kecamatan hadir sebagai perwakilan daerahnya dalam kegiatan tersebut.

"Dia (Keraton Djipang) mengadakan kayak festival terus kirab, gitu-gitu aja. Memperkenalkan bahwa di Jipang dulu pernah ada kerajaan," terangnya.


Menurutnya keberadaan Keraton Djipang tak jadi soal selama kegiatannya bertujuan untuk melestarikan kebudayaan dan pariwisata dan tak meresahkan warga.

"Pemkab Blora ya selagi itu memang tidak meresahkan masyarakat, dia untuk melestarikan kebudayaan, untuk pariwisata, untuk memperkenalkan Cepu, kita juga nggak bisa melarang kan," paparnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, Keraton Djipang yang dipimpin oleh PRA Barik Barliyan Surowiyoto telah ada sejak 2014. Barik menyebut keberadaan kerajaan Djipang merupakan aset sejarah dan budaya.

"Ini kembali muncul di permukaan karena sebagai upaya kami untuk tetap melestarikan sejarah dan budaya yang ada. Saya memang ada keturunan dari Adipati Jipang, Arya Penangsang," terangnya kepada detikcom, Kamis (16/1).

Simak Video "Buka-bukaan Pengikut 'Jenderal' Bintang 3 soal Keraton Agung Sejagat"

[Gambas:Video 20detik]

(mbr/sip)