Pemkab Purworejo Hitung Pengikut Keraton Agung Sejagat, Ini Updatenya

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 18:53 WIB
Keraton Agung Sejagat di Purworejo masih menjadi tontonan warga, Kamis (16/1/2020). (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Keraton Agung Sejagat di Purworejo masih menjadi tontonan warga, Kamis (16/1/2020). (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Purworejo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo terus mendata warganya yang menjadi pengikut Keraton Agung Sejagat. Data sementara, ada ratusan warga dari sejumlah kecamatan di Purworejo dan luar daerah.

"Ini masih proses pendataan, angkanya masih berjalan. Sementara ada sekitar 200-an, itu yang teramati pakai atribut saat kegiatan kirab dan di keraton itu. Yang tidak pakai atribut masih didata," kata Asisten III Setda Purworejo Pram Prasetyo Achmad saat dihubungi detikcom, Kamis (16/1/2020).

"Kalau di Purworejo, pengikut ada dari beberapa kecamatan, Bayan, Kutoarjo, Grabag, Banyuurip, Purworejo, Kemiri. Juga ada dari daerah Lampung, Riau, Klaten, Sleman, ini datanya nanti masih akan kami cocokkan lagi dengan hasil update tim di lapangan" lanjutnya.


Pemkab terus mendalami terkait kemunculan Keraton Agung Sejagat bikinan si raja Toto Santoso dan ratu Fanni Aminadia itu. Pemkab juga berkoordinasi dengan kepolisian soal perkembangan proses hukum yang menjerat Toto dan Fanni di Polda Jawa Tengah.

"Kami masih coba cermati, modus bagaimana mereka terekrut, apa sih yang dijanjikan, awalnya dijaring dengan apa. Selanjutnya kami menunggu proses hukum, koordinasi dengan kepolisian," terangnya.

Pram menambahkan, Pemkab Purworejo telah menyiapkan tim psikolog untuk mendampingi para pengikut Keraton Agung Sejagat. "Bagi kita istilahnya kita carikan solusi, jangan sampai terulang ke depannya," ujarnya.


Diberitakan sebelumnya, geger kemunculan Keraton Agung Sejagat berakhir di tangan aparat hukum. Raja-ratu Keraton Agung Sejagat Toto Santoso dan Fanni Aminadia ditangkap polisi pada Selasa (14/1) lalu. Keduanya kini ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan keonaran.

Hasil pemeriksaan polisi, para pengikut Keraton Agung Sejagat harus menyetor sejumlah uang untuk mendapat jabatan di kerajaan bikinan Toto, mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah. Bahkan para pengikut juga dijanjikan menerima gaji namun ternyata hingga kasus ini terungkap tidak terealisasi.

(rih/ams)