Viral Pemobil Marahi Sopir Pikap Sambil Tenteng Pistol, Ini Faktanya

Imam Suripto - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 16:53 WIB
Tangkapan layar viral pemobil todongkan pistol di Brebes (Foto: dok. Istimewa)
Tangkapan layar viral pemobil todongkan pistol di Brebes (Foto: dok. Istimewa)
Brebes - Foto seorang pria pengendara mobil memarahi sopir pikap ramai dibahas di media sosial. Dalam keterangan foto itu disebutkan pria pengendara mobil memarahi sopir pikap sambil menenteng pistol.

Foto itu diunggah akun Facebook Mugi Darusman, Rabu (15/1). Dalam posting-an itu tertulis 'Honda jazz disalip L300 lah koq ngamuk" pake nodong senpi segala cok. Horang kaya ga punya etika'.

Ada tiga foto yang diunggah dalam posting-an ini. Salah satu foto yang di-posting memperlihatkan pria berkaus biru muda dan celana hitam yang merupakan penumpang mobil bernopol G-8540-TG menenteng senpi pada tangan kirinya dan menghampiri sopir pikap.


Dari penelusuran detikcom, peristiwa itu terjadi Rabu (15/1) sekitar pukul 17.00 WIB di ruas Tegal-Purwokerto, tepatnya di Desa Linggapura Tonjong, Brebes. Salah seorang saksi di lokasi, Rudi Gunawan (38), mengaku melihat pengendara mobil berwarna merah bersama beberapa penumpangnya menghampiri sopir pikap dan terlibat cekcok.

"Saya dengar itu sopir L-300 menolak dan ngomong, 'Kamu siapa mau meminta surat-surat segala. Apa urusannya'," kata Rudi menirukan ucapan sopir pikap, saat ditemui di lokasi, Kamis (16/1/2020).
Viral Pemobil Marahi Sopir Pikap Sambil Tenteng Pistol, Ini FaktanyaFoto: Viral pemobil todongkan pistol di Brebes (dok. tangkapan layar FB)


Menurut Rudi, pengendara mobil itu menegur sopir pikap agar berhati-hati dan memintanya menunjukkan surat-surat kendaraan. Sopir pikap menolak, sehingga pengendara mobil itu mengaku sebagai anggota Polri dan mengeluarkan kartu tanda anggota (KTA).

"Rupanya (sopir pikap) masih tidak percaya. Terus dia (pengendara mobil) mengambil pistol dan dipegang di tangan kirinya. Jadi tidak ditodongkan," ujar Rudi.

Dimintai konfirmasi, Kasubag Humas Polres Brebes AKP Suraedi menjelaskan unggahan Mugi Darusman tidak lengkap dan hanya melihat saat cekcok terjadi. Dia mengatakan peristiwa ini bermula ketika anggotanya itu hendak pulang setelah mengantar ayahnya yang sakit ke dokter.
Selanjutnya
Halaman
1 2