Bupati Sragen Mediasi Kasus Siswi Diteror Gegara Tak Berjilbab

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 15:40 WIB
Foto: SMA Negeri 1 Gemolong Sragen (Andika Tarmy/detikcom)
Foto: SMA Negeri 1 Gemolong Sragen (Andika Tarmy/detikcom)
Sragen - Hingga saat ini siswi SMA Negeri 1 Gemolong yang diteror sesama siswa akibat tak mengenakan jilbab belum bersekolah. Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati akhirnya melakukan mediasi bersama orang tua siswi dan pihak sekolah.

Mediasi itu berlangsung tertutup, di ruang Citrayasa kompleks rumah dinas bupati, Dusun Kebayanan Krajoyok, Sragen Wetan, Sragen, Jawa Tengah, Kamis (16/1) pukul 08.30-10.00 WIB. Selain pihak sekolah dan orang tua siswi, perwakilan dinas pendidikan Provinsi Jawa Tengah, serta segenap jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Sragen juga ikut dalam pertemuan ini.

"Baik dan terselesaikan dengan baik," kata Bupati Yuni kepada detikcom, Kamis (16/1/2020).


Yuni tak mau merinci isi pertemuan tersebut. Namun, orang tua Z, Agung Purnomo menuturkan pihak sekolah berjanji menggelar ikrar bersama seluruh warga sekolah yang menyatakan bahwa pihak sekolah memegang teguh Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan menghargai toleransi.

"Harapannya sekolah berubah menjadi lebih baik. Semoga ini jadi pengalaman lah, sebagai pembinaan. Ya memang sikap inteloransi itu kan tidak baik dan kita sudah selesaikan semua," ujar Agung.


Terpisah, Kepala Cabang Dinas (KCD) wilayah VI, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Eris Yunianto menuturkan permasalahan teror ini sudah selesai. Saat ini pihaknya menunggu tindak lanjut pihak sekolah untuk melakukan introspeksi.

"Intinya sudah selesai dari kemarin, hanya hari ini bupati kan juga punya kepentingan menjamin warganya untuk memastikan bahwa sudah tidak ada permasalahan. Yang penting saran dari pihak orang tua adalah bagaimana sekolah memperbaiki. Ini kan butuh proses," ujar Eris.

Eris berharap Z tetap bersekolah di SMA Negeri 1 Gemolong. Namun, keputusan itu diserahkan sepenuhnya kepada siswi tersebut.

"Orientasinya adalah psikologi anak yang harus kita jamin. Jika anak memang sudah tidak mau (bersekolah di SMAN 1 Gemolong), orang tua harus berikhtiar. Kalau itu sudah jadi keputusannya kami siap membantu (mencarikan sekolah)," tegasnya.






(ams/mbr)