Round-Up

Ritual Mistis Para Pengikut Keraton Agung Sejagat

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 13:34 WIB
Batu 'Prasasti' Keraton Agung Sejagat (Foto: Rinto Heksantoro)
Yogyakarta - Untuk meyakinkan pengikutnya, 'raja' Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Toto Santoso (42), mengaku mendapat wangsit untuk mendirikan kelanjutan Kerajaan Mataram, yang berpusat di Kecamatan Bayan, Purworejo. Dia juga menyakralkan sebuah batu besar yang diklaim sebagai prasasti.

Batu besar itu berjenis andesit dan dikatakan berasal dari Kecamatan Bruno, Purworejo. Batu itu dipahat untuk dijadikan sebagai prasasti kerajaan dan ditempatkan di bagian belakang 'istana' sisi kiri. Batu itu panjangnya sekitar 2 meter dan tinggi 1,5 meter.

"Katanya dari Bruno batu untuk prasasti itu. Dulu batunya tidak seperti itu, kayak batu kali, tapi kemudian dipahat," kata warga setempat, Amat Riyanto, di area Keraton Agung Sejagat, Rabu (15/1/2020).


Batu yang disebut 'Prasasti Ibu Bumi Mataram II' itu memiliki tanda jejak sepasang telapak kaki, logo Keraton Agung Sejagat, dan tulisan berbahasa Jawa. Batu itu ditutupi mori dan dilengkapi dengan aneka sesaji.

Saat para anggota keraton berkumpul terdengar suara bernyanyi dan bertepuk tangan. Aktivitas inipun diprotes warga dengan melayangkan surat ke pihak 'istana' karena tak jauh dari lokasi ada musala yang digunakan untuk ibadah warga.

"Kita merasa dilecehkan, di sini ada musala," terang Amat.
selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3