Makin Ramai! Pasar Tiban Muncul di Area Keraton Agung Sejagat

Sayoto Ashwan - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 16:54 WIB
Pasar tiban di area Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Rabu (15/1/2020). (Sayoto Ashwan/detikcom)
Purworejo - Pasar tiban muncul di area Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah. Para pedagang mencoba mengais rezeki dari warga yang berbondong-bondong mengunjungi 'istana' itu.

Kabar penangkapan Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41), 'Raja' dan 'Ratu' Keraton Agung Sejagat, memang memancing perhatian masyarakat luas. Banyak yang penasaran tentang keberadaan keraton tersebut.


Pantauan di lokasi, warga yang penasaran dengan kemunculan Keraton Agung Sejagat ramai-ramai mendatangi Dusun Pogung, Desa Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Bukan hanya warga sekitar, ada juga yang berasal dari luar Purworejo.

Banyaknya pengunjung menjadi peluang bagi sebagian warga membuka usaha di lokasi itu. Tak ayal, suasana di sekitar 'istana' bak pasar tiban.

"Saya baru hari ini buka, mudah-mudahan jadi rezeki," tutur salah satu pedagang, Marsinah, Rabu (15/1/2020).

Menurutnya, ide awal membuka usaha tidak lepas dari banyaknya orang yang berdatangan di lokasi karena penasaran.

Marsinah awalnya juga penasaran dan hanya ingin melihat keraton seperti yang ditayangkan di televisi. Tapi, ketika sampai, ternyata banyak sekali pengunjung datang. Dia kemudian pulang untuk mengambil dagangan berupa makanan tradisional dan kacang rebus.

"Saya memang pedagang keliling, selalu buka usaha kalau ada keramaian," ujarnya.


Makin Ramai! Pasar Tiban Muncul di Areal Keraton Agung SejagatPasar tiban di area Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Rabu (15/1/2020). (Sayoto Ashwan/detikcom)


Pedagang lain, Slamet, mengaku sudah berjualan dua hari ini di area Keraton Agung Sejagat. Dia menjual aneka minuman ringan dan mainan anak.

"Omzetnya lumayan, tidak etis kalau disebutkan. Kalau sore akan semakin ramai," ujarnya.

Terlepas dari kasus hukum yang menjerat 'Raja' dan 'Ratu' Keraton Agung Sejagat, dia berharap ke depan keraton ini bisa menjadi objek wisata.

Selain pedagang, ada warga yang membuka jasa parkir. Seorang juru parkir dadakan menyebut dalam sehari bisa meraup lebih dari Rp 600 ribu.

"Motor sekali parkir Rp 2.000," ujar juru parkir tersebut.


Simak Video "Forum Keraton Merasa Tercoreng Gegara Ulah Raja-Ratu Agung Sejagat"

[Gambas:Video 20detik]

(rih/ams)