Round-Up

Akhiri Polemik, Pembina Pengajar Tepuk 'No Kafir' Tak Diluluskan KML

Usman Hadi - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 10:27 WIB
DPRD Yogya saat meminta penjelasan Dispora dan Kwarcab Kota Yogya. (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta akhirnya memutuskan tak meluluskan E. Adapun E ialah pembina asal Kabupaten Gunungkidul yang mengikuti kursus mahir lanjutan (KML) pembina pramuka di Yogyakarta.

Saat melangsungkan praktik KML di Gugus Depan 12.017-12.018, SD N Timuran Yogyakarta, Jumat (10/1) lalu, tiba-tiba E mengajarkan tepuk dengan yel-yel 'Islam Yes, Kafir No' ke kelompok siaga putri. Tepuk yang diajarkannya itu akhirnya menjadi polemik.

"Iya (E tidak diluluskan)," tegas Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarcab Kota Yogyakarta, Suraji Widarta, kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi D dan Dispora, di Ruang Rapat Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Selasa (14/1) kemarin.


Suraji mewakili Kwarcab Kota Yogyakarta juga menyampaikan maaf secara terbuka ke publik atas kegaduhan yang terjadi. Pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki pelaksanaan KML agar kejadian serupa tak terulang.

"Saya Suraji (yang juga) selaku Pimsus (pimpinan khusus) kursus mahir lanjutan Kwarcab Kota Yogyakarta. Pertama menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya pada kejadian yang sudah viral di media massa," tuturnya.


Kwarcab Kota Yogyakarta, lanjut Suraji, juga telah mengambil tindakan tegas dengan memberikan teguran kepada E. Teguran itu disampaikan Kwarcab secara lisan dan akan ditindaklanjuti dengan tidak dikeluarkannya ijazah KML untuk E.

"Kemudian untuk tindak lanjut kami sudah memberikan teguran secara lisan, dan ini pun kita juga akan menindaklanjutinya dengan apa yang menjadi arahan dari Komisi D (DPRD Kota Yogyakarta) tentang ijazah (tidak diberikan ke E)," sebutnya.


Keputusan Kwarcab Kota Yogyakarta ini sesuai dengan tuntutan Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Dwi Saryono. Ada tiga tuntutan yang dilayangkan Dwi, yakni tak meluluskan E, Kwarcab meminta maaf secara terbuka, dan membenahi pelaksanaan KML.

"Intinya (Komisi D meminta Kwarcab) mem-backlist si pelaku itu sampai tingkat nasional, agar jangan sampai kejadian itu berulang kembali," pintanya. "Kita inginkan (pelaku) tidak diluluskan) KML)," sambungnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2