DPRD Yogya Minta Pembina Pramuka Tepuk 'No Kafir' Di-blacklist Nasional

Usman Hadi - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 17:14 WIB
Foto: Suasana di SDN Timuran Kota Yogyakarta (Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Dwi Saryono menyesalkan tindakan salah satu peserta kursus pembina Pramuka mahir tingkat lanjutan (KML) yang menyinggung soal kafir di SDN Timuran Yogyakarta. Komisi yang membidangi pendidikan itu minta pembina tersebut dimasukkan daftar hitam (blacklist) untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Intinya mem-blacklist dari si pelaku itu sampai tingkat nasional, agar jangan sampai kejadian itu berulang kembali," ujar Dwi di Ruang Rapat Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Selasa (14/1/2020).


Hal itu disampaikan Dwi usai memanggil Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) serta Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Yogyakarta di gedung DPRD Kota Yogyakarta. Dwi berharap pembina pramuka yang mengajarkan tepuk 'Islam Yes, Kafir No' itu tak diluluskan dalam praktik KML.

"Kita inginkan tidak diluluskan, tidak hanya di Kota Yogyakarta tapi sampai tingkat nasional. Supaya yang bersangkutan tidak bisa mengajarkan hal yang tidak benar ini ke wilayah manapun di Indonesia," tegasnya.

Selain dicoret dari daftar, Dwi juga meminta Dispora Kota Yogyakarta meningkatkan pengawasannya terhadap kegiatan Pramuka di Yogyakarta. Dia juga mendesak pihak Kwarcab meminta maaf secara terbuka ke publik.
Selanjutnya
Halaman
1 2