Dinilai Meresahkan dan Pembodohan, Keraton Agung Sejagat Akan Ditutup

Rinto Heksantoro - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 17:08 WIB
Rakor terkait Keraton Agung Sejagat di Pemkab Purworejo. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Rakor terkait Keraton Agung Sejagat di Pemkab Purworejo. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

"Jadi indikasi penyimpangan yang pertama adalah terkait dengan aspek sejarah misalnya itu tidak sesuai dengan apa yang kita ketahui, ada pembodohan publik. Kemudian terkait kewenangannya yang sampai luar juga ini bisa kita sebut sebagai indikasi yang mengganggu kestabilan (negara)," urai Pram.

Pram mengungkap orang-orang di dalam 'kerajaan' itu menyebut tak perlu ada perizinan dalam kegiatan mereka. Hal itu dinilai sebagai indikasi penyimpangan terkait keberadaan keraton dan kegiatan di dalamnya.


"Mereka juga menyebut tidak memerlukan izin, ini kan indikasi," imbuhnya.

Sementara itu, Polres Purworejo telah memanggil beberapa saksi dari warga untuk mempertajam langkah penutupan kegiatan kelompok ini. Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Tofani meminta warga tidak resah.

"Saat ini sedang kita klarifikasi beberapa orang di Polres terkait dengan keresahan-keresahan di lingkungan bangunan tersebut, nanti akan kita dalami lagi. Kami imbau kepada masyarakat untuk tidak resah karena kami negara akan hadir untuk menyelesaikan masalah ini," ungkap Andis Arfan Tofani.
Halaman

(sip/ams)