Jalan Nasional Semarang-Purwokerto Ditanami Pohon Pisang, Ada Apa?

Uje Hartono - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 16:27 WIB
Warga tanam pohon di tengah jalur Purwokerto-Semarang, Banjarnegara. Foto: Uje Hartono/detikcom
Banjarnegara - Warga Kelurahan Kutabanjarnegara, Banjarnegara menanam pohon pisang di tengah jalan nasional Purwokerto-Semarang hari ini. Aksi tersebut sebagai bentuk protes karena ada banyak jalan berlubang di jalur tersebut.

"Ini sebagai bentuk kekecewaan warga. Kami juga selalu bayar pajak tapi masih banyak jalan berlubang. Sekarang banyak pengendara motor yang jatuh akibat jalan berlubang. Apalagi sekarang musim hujan" ujar salah seorang warga Kelurahan Kutabanjarnegara yang ikut menanam pohon pisang, Nano (42) saat ditemui di Jalan Pemuda Banjarnegara, Selasa (14/1/2020).

Pantauan detikcom di lokasi siang ini, warga menanam pohon pisang setinggi sekitar 2 meter di lima titik. Di antaranya mulai pertigaan Desa Singamerta, Kecamatan Sigaluh, hingga perempatan Semampir, Kecamatan Banjarnegara.


Dengan menggunakan bambu sebagai penyangga, pohon pisang ditanam di beberapa lubang di jalan. Terutama di lubang yang letaknya di bahu jalan.

Warga menanam pohon di tengah jalur Purwokerto-Semarang, Banjarnegara. Warga menanam pohon di tengah jalur Purwokerto-Semarang, Banjarnegara. Foto: Uje Hartono/detikcom

Tampak jalan berlubang ada di sepanjang jalan nasional mulai dari pertigaan Desa Singamerta, Kecamatan Sigaluh hingga perempatan Semampir, Kecamatan Banjarnegara. Namun, kondisi yang paling parah ada di Desa Singamerta Kecamatan Sigaluh.

"Kalau hujan, air menggenang. Ini yang akhirnya membuat pengendara motor jatuh. Kalau kedalaman lubang beragam, ada yang mencapai 15 sentimeter," ujar Nano.


Ia berharap agar pemerintah bisa segera memperbaiki kondisi jalan tersebut. Mengingat masih ada potensi hujan lebat yang masih akan terjadi di Banjarnegara hingga beberapa waktu ke depan.

"Harapan kami pemerintah segera menambal jalan berlubang ini. Karena sangat membahayakan bagi pengendara," ujarnya. (sip/mbr)