Gus Mus Bicara Soal Tepuk Pramuka 'No Kafir' di Yogya: Wong Mendem!

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 14:38 WIB
KH Mustofa Bisri atau Gus Mus di Sleman. Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom
KH Mustofa Bisri atau Gus Mus di Sleman. Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom

"Orang yang ngomong gitu harus ngaji dulu. Ini akibatnya kalau ngomong soal agama kalau tidak belajar soal agama, itu yang menjadi masalah. Ngaji dulu lah," pintanya.

"Dia cuma ikut-ikut saja, itu kan ikut atasannya," ucapnya.

Gus Mus menekankan Tuhan menghendaki keberagaman. Sehingga orang beragama, lanjutnya, seharusnya menghargai keberagaman dan perbedaan. Dia menyarankan jika ada yang merasa terbebani saat beragama, sebaiknya hijrah dengan berpindah ustaz.


"Kalau beragama menjadi berat, terbebani, hijrah! Pindah ustaz. Gitu, gampang. Kalau ada ustaz, ngajak kita berkelahi, hijrah. Ustaz (ada) banyak kok," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, pembina Pramuka asal Gunungkidul yang menjadi peserta kursus pembina pramuka mahir tingkat lanjutan (KML) Kwarcab Kota Yogyakarta bikin heboh.

Dia mengajarkan tepuk Islam dengan yel-yel 'Islam Islam Yes, Kafir Kafir No' ke para siswa saat praktik KML di SD N Timuran Yogyakarta.

Peristiwa ini terjadi Jumat (10/1) lalu sekitar pukul 10.00-11.00 WIB. Tepuk bertendensi sektarian tersebut terungkap setelah salah satu wali murid berinisial K buka suara. K tak terima setelah melihat sendiri ada pembina Pramuka mengajarkan tepuk demikian.
Halaman

(sip/ams)