Bupati Sebut Hutan Lereng Lawu yang Dirusak Akan Dibangun Kedai Kopi

Muchus Budi R. - detikNews
Jumat, 10 Jan 2020 15:46 WIB
Perusakan hutan di lereng Gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar. Foto: Andika Tarmy/detikcom
Karanganyar - Bupati Karanganyar, Juliyatmono berang hutan di lereng Gunung Lawu dirusak. Setelah berkoordinasi dengan Perhutani, diketahui bahwa lahan tersebut akan digunakan penyewanya untuk usaha kedai kopi.

"Itu pengelolanya menyewa lahan ke Perhutani. Kepada pihak Perhutani izinnya akan digunakan untuk usaha kedai kopi," ujar Juliyatmono, kepada detikcom, Jumat (10/1/2020).

Penyewa, kata Juliyatmono, adalah pengusaha asal Solo yang menyewa lahan tersebut selama tiga tahun untuk pemanfaatan usaha. Namun Pemkab Karanganyar mendesak Perhutani membatalkan kesepakatan sewa lahan. Juliyatmono juga menyampaikan Perhutani sepakat untuk membatalkan kesepakatan tersebut.

Juliyatmono menegaskan bahwa penyewa lahan tersebut jelas-jelas merusak hutan. Itu ditandai dengan mengubah kontur tanah dan menebangi pohon-pohon hutan.


"Merusak kontur tanah, alasannya mau dibuat jalan. Menebangi pohon-pohon hutan. Itu sudah jelas sekali merusak hutan. Perhutani juga kaget mengetahui itu dan sepakat dengan kami bahwa penyewa telah merusak lahan hutan. Saya tidak mengatakan Perhutani teledor ya, tapi mungkin kurang ketat mengawasi ketika penyewa hendak menata lokasi untuk usahanya," lanjut Juliyatmono.

Diwawancara terpisah, Asper BKPH Lawu Utara Widodo mengungkapkan, izin pengelolaan hutan lindung dikeluarkan oleh KPH Surakarta. Berdasarkan surat Adm KPH Surakarta terbaru, pihak pengelola memang tidak diperbolehkan untuk merobohkan pohon tanpa izin.
Selanjutnya
Halaman
1 2