Siswi SMA Sragen Diteror Gegara Tak Berjilbab, Ganjar Angkat Bicara

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 09 Jan 2020 19:33 WIB
Foto: SMA Negeri 1 Gemolong Sragen (Andika Tarmy/detikcom)
Sragen - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat laporan terkait teror WhatsApp (WA) kepada salah seorang siswi tak berjilbab di SMA Negeri 1 Gemolong Sragen. Ganjar meminta dinas terkait, untuk melakukan klarifikasi.

"Banyak yg tanya kepd sy soal teror WA ke siswi tak berjilbab di SMA 1 Gemolong Sragen. Dinas P&K Prov bsk pg akan klarifikasi ke sekolah. Mari kita hormati & saling belajar dg baik, tidak memaksa apalagi meneror. Saya akan ajak bicara siswa, guru & ortu," tulis Ganjar melalui akun Facebook pribadinya, seperti dikutip detikcom, Kamis (9/1/2020).


Unggahan Ganjar itu mendapat beragam ribuan reaksi dari netizen. Unggahan itu juga menuai ratusan komentar, di antaranya:

"Itu sudah termasuk kategori bullying. mengenakan jilbab & menutup aurat memang syar'i bagi muslimah tapi tdk boleh ada pemaksa'an dari siapapun.
hendaknya dijalankan dng didasari kesadaran serta pemahaman diri, tulis akun Dony Hasan.

"Harus diajak ngomong Pak... Pakai jilbab atau ngga itu pilihan pribadi. Ngga perlu maksa, apalah isampai ngancem2 ortu nya!!!" tulis akun Leticia Malphettes.

"Ya sekolah negri harus mencerminkan Indonesia yg bhineka tunggal ika.." tulis Anastasia Lili Yusmiati.



Dimintai konfirmasi, Kepala SMA Negeri 1 Gemolong, Sragen, Suparno membenarkan soal teror tersebut. Suparno menyebut pihaknya sudah menindaklanjuti soal laporan ini.

"Benar, di SMA Negeri 1 Gemolong ada kejadian yang menurut saya kecil tapi tetap hati-hati dan ditindaklanjuti. Ada siswi kami kelas X yang belum berjilbab. Satu dari 946 anak, setelah itu ada salah satu anggota ekstrakurikuler Rohis (kerohanian Islam), mengingatkan," ujar Suparno saat ditemui detikcom di kantornya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3