Modus Perawatan, Teknisi Gondol Rp 775 Juta dari Mesin ATM Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 09 Jan 2020 18:10 WIB
Ariangga(33), dibekuk Resmob Polrestabes Semarang karena mencuri uang ATM Rp 775 juta, Kamis (9/1/2020). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Karyawan perusahaan teknisi ATM, Ariangga Teguh Prabowo (33), dibekuk Resmob Polrestabes Semarang karena mencuri uang Rp 775 juta. Aksi pencurian itu dilakukan di sebuah mesin ATM di Pedurungan, Semarang.

"Terjadi pada 2 Januari 2020 pukul 03.00 WIB di daerah Kecamatan Pedurungan," kata Wakapolrestabes Semarang AKBP Enrico Silalahi, kepada wartawan, Kamis (9/1/2020).

Enrico mengungkap para pelaku merencanakan aksinya sejak Desember 2019. Mereka lebih dulu mencuri kunci ATM yang berada di daerah Plamongan Indah, Pedurungan itu.

Saat beraksi, pelaku berbekal kunci tembak dan kunci dingdong. Ia juga memutus arus listrik untuk mematikan CCTV di ATM. Hal itu dilakukan pelaku untuk mengelabui seolah ATM itu sedang dalam perawatan rutin.

"Ketika ATM mati atau padam, perusahaan mengecek, seolah sedang maintenance," jelas Enrico.


Pelaku lantas mengambil tiga kaset atau kotak berisi uang dari dalam ATM. Total uang yang berhasil digondol pelaku mencapai Rp 775 juta.

"Ini sisa (yang diamankan) Rp 379 juta, dari Rp 775 juta (yang dicuri)," terangnya.

Uang hasil kejahatan itu lantas dipakai pelaku untuk membeli mobil. Pelaku kemudian berkendara ke tol di Ungaran dan membuang barang bukti kaset ATM. Setelah itu ia ganti kendaraan dengan membeli satu unit mobil lagi.

Sementara itu, Ariangga berdalih aksinya dilakukan karena ia terlilit utang Rp 104 juta. Uang curian juga dipakai untuk hiburan karaoke hingga puluhan juta.

"Utang Rp 104 juta, utang pribadi. Buat karaoke juga, sisanya ini mau ditabung. Ini inisiatif sendiri," aku Ariangga.


Aksi pencurian itu baru diketahui pada 6 Januari 2020. Pihak perusahaan teknisi langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. Hari berikutnya, polisi berhasil meringkus pelaku.

Saat ini Ariangga mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang. Ia dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (rih/sip)