Evakuasi Material Longsor di Jalur Dieng, 3 Alat Berat Dikerahkan

Uje Hartono - detikNews
Kamis, 09 Jan 2020 11:59 WIB
Pembukaan jalan menuju Dieng yang tertutup longsor. (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara - Evakuasi material tanah longsor di jalur wisata Dieng dikebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara mengerahkan tiga alat berat untuk membuka akses jalur wisata tersebut.

Tanah longsor menutup jalan menuju obyek wisata Dieng di beberapa titik. Di Desa Slatri Kecamatan Karangkobar, tebing setinggi 12 meter longsor Kamis (9/1/2020) pukul 07.00 WIB. Selain itu, ada lima titik tebing longsor lain di Desa Sikelir dan Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa yang terjadi pada Rabu (8/1) malam.

Camat Karangkobar, Waris Puji Rahayu, mengatakan longsor di Desa Slatri masih menutup akses jalan ke Dieng dan Banjarnegara-Pekalongan hingga saat ini. Selain petugas, warga dan relawan, alat berat diterjunkan untuk mempercepat evakuasi material tanah longsor.

"Kami sudah melapor BPBD dan ke Pak Bupati. Dan untuk mempercepat evakuasi material tanah longsor didatangkan alat berat," katanya saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (9/1/2020).


Waris menyebut, semua wilayah di Kecamatan Karangkobar berada di zona rawan bencana tanah longsor. Selama musim hujan, sudah lebih dari 10 tanah titik longsor di Kecamatan Karangkobar.

"Di Kecamatan Karangkobar semua wilayah masuk zona merah rawan bencana. Makanya kami imbau untuk warga agar selalu waspada. Di antisipasi sejak dini, jadi kalaupun terjadi longsor tidak ada korban jiwa," imbaunya.
Percepat Pembukaan Jalan ke Dieng, BPBD Kerahkan 3 Alat BeratPembukaan jalan menuju Dieng yang tertutup longsor. (Foto: Uje Hartono/detikcom)


Pembersihan material tanah longsor di Sikelir, Desa Wanayasa juga mengerahkan alat berat. Hingga saat ini, evakuasi masih dilakukan. Diharapkan, jalur wisata ke Dieng bisa segera dilalui siang ini.

"Sekarang masih terus dilakukan pembersihan material tanah longsor dengan menggunakan alat berat. Semoga nanti siang sudah bisa dilewati," kata Camat Wanayasa, Yogo Pramono. (mbr/sip)