Sidang Dakwaan Jaksa Eka

Begini Pusaran Suap 2 Jaksa di Proyek Saluran Air Yogya

Usman Hadi - detikNews
Rabu, 08 Jan 2020 21:57 WIB
Pengadilan Tipikor dan Hubungan Industri Yogyakarta (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Dua jaksa Eka Safitra dan Satriawan Sulaksono didakwa menerima suap Rp 200 juta dari proyek saluran air di Yogyakarta. Keduanya menerima duit dari kontraktor PT Widoro Kandang bernama Gabriella Yuan Anna Kusuma.

"Bahwa terdakwa (Eka Safitra) bersama-sama Satriawan Sulaksono (berkas terpisah) mengetahui atau patut menduga, pemberian hadiah berupa uang yang keseluruhannya berjumlah Rp 221.740.000 (dua ratus dua puluh satu juta tujuh ratus tujuh puluh ribu rupiah) yang diterima oleh Terdakwa dan Satriawan Sulaksono dari Gabriella Yuan Anna Kusuma," kata jaksa penuntut umum dari KPK Luki Dwi Nugroho dalam dakwaannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dan Hubungan Industrial Yogyakarta, Rabu (8/1/2020).


Kasus ini bermula saat DPUPKP Kota Yogyakarta menganggarkan beberapa saluran pengairan tahun 2019, salah satunya rehabilitasi saluran air hujan (SAH) Jalan Supomo Cs dengan nominal pagu Rp 10.887.750.000,00. DPUPKP Kota Yogyakarta mengajukan permintaan pendampingan pelaksanaan proyek rehabilitasi SAH Jalan Supomo Cs ke Kejari Yogyakarta, 25 Januari 2019 lalu

"Untuk menindaklanjuti surat permohonan tersebut, pada tanggal 6 Maret 2019 Kepala Kejaksaan Negeri Yogyakarta mengeluarkan surat keputusan Surat Kepala Kejaksaan Negeri Yogyakarta Nomor: KEP-16/O.4.10/03/2019 tentang pembentukan tim pengawal dan pengaman pemerintahan dan pembangunan daerah (TP4D), di mana terdakwa (Eka Safitra) ditunjuk sebagai salah satu anggota tim," tutur Luki.


Proyek ini diunggah pejabat pembuat komitmen (PPK) bernama Aki Lukman Nor Hakim di situs LPSE Kota Yogyakarta pada 13 Februari 2019 lalu. Pihak DPUPKP kemudian melakukan presentasi ke TP4D. Dari situ pihak TP4D memerintahkan Eka Safitra, Suwono, Semi Hastuti dan Ella Gunadia untuk menjalankan fungsi pengawalan.

"Pada tanggal 27 Maret 2019 dilakukan pengumuman lelang proyek rehabilitasi SAH Jalan Supomo Cs melalui aplikasi LPSE oleh Tim Pokja tanpa ada syarat sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). Kemudian terdakwa (Eka Safitra) mengarahkan Aki Lukman untuk memasukkan prasyarat SMK3," terang Luki.
Selanjutnya
Halaman
1 2