Ngaku Jadi Korban Salah Tangkap, Mahasiswa di Yogya Lapor ke Polda

Usman Hadi - detikNews
Senin, 30 Des 2019 18:23 WIB
Halimi Fajri (19) menunjukkan bekas luka yang disebutnya akibat dipukuli orang yang mengaku aparat Polresta Yogyakarta, Senin (30/12/2019). (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Halimi Fajri (19) mengaku menjadi korban salah tangkap aparat Polresta Yogyakarta. Dia juga mengaku dipukuli aparat.

Halimi menceritakan, insiden itu bermula saat ia sarapan di warmindo Jalan Melati Wetan, Yogyakarta, pada 25 Desember 2019 pukul 05.00 WIB. Saat berada di warmindo itu, tiba-tiba ia didatangi beberapa orang yang mengaku dari Polresta Yogyakarta.

"Beberapa orang itu mengaku sebagai polisi dari Polresta Yogyakarta tanpa menunjukkan identitas dan surat perintah penangkapan," kata Halimi saat ditemui wartawan di tempat tinggalnya di Jalan Tri Dharma, Yogyakarta, Senin (30/12/2019).


Tanpa memberi penjelasan apapun, lanjut Halimi, orang yang mengaku polisi itu langsung mengangkut dirinya menggunakan sebuah mobil. Kala itu kedua matanya ditutup dan kedua tangannya diikat dengan lakban. Lalu ia dibawa ke suatu tempat seperti penginapan.

Ngaku Jadi Korban Salah Tangkap, Mahasiswa di Yogya Lapor ke PoldaHalimi menunjukkan luka di bagian tangannya. Foto: Usman Hadi/detikcom

Halimi menyebut, ia disangka terlibat perampokan sebuah rumah kosong di Yogyakarta beberapa waktu lalu. Setelahnya ada enam orang yang sempat diamankan aparat.

"Di tempat itu saya diinterogasi terkait peristiwa perampokan. Saya dipukul di bagian mata dan telinga sekali, pandangan kabur dan telinga berdenging terus," terang mahasiswa asal Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut.

"Kalau waktu itu ada orang lima, enam sama saya (yang diinterogasi aparat). Empat terlibat, yang dua enggak terlibat termasuk saya. Kalau yang satunya (juga tidak) terlibat itu sudah pulang ke Jakarta," ungkapnya.


Selanjutnya
Halaman
1 2 3