Penari Senior Asal Solo, Suprapto Suryodarmo Tutup Usia

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 29 Des 2019 10:33 WIB
Suprapto Suryodarmo (Foto: Koleksi Foto FB Suprapto)
Solo -

Penari senior asal Solo, Suprapto Suryodarmo, wafat hari ini. Seniman pencipta Joget Amerta yang mendunia tersebut wafat di usia 74 tahu karena serangan jantung.

"Wafat pukul 01.30 di RS dr Oen Solo. Dalam beberapa peka terakhir kondisi kesehatan Mbah Prapto memang kurang stabil. Problem jantung," ujar perupa Solo, Albertus RPA, yang ikut menunggui di saat-saat terakhir almarhum di rumah sakit, Minggu (29/12/2019).

Suprapto wafat di usia 74 tahun, meninggalkan 3 orang anak, 7 cucu dan seorang cicit. "Saat ini jenazah Mbah Prapto disemayamkan di rumah duka Thiongting, Jebres, Solo, hingga besok," lanjut Albertus.


Menurut rencana, Senin (30/12) pukul 12.00 WIB besok, jenazah akan disemayamkan di Pendopo Taman Budaya Jawa Tengah di Jalan Ir Sutami No 57, Solo. Senin pukul Jam 13.00 WIB besok, Jenazah Suprapto akann diberangkatkan ke Delingan, Karanganyar untuk dikremasi.

Kabar duka kematian Suprapto juga disampaikan oleh Galih Nagaseno. Salah satu putra Suprapto tersebut menyampaikan kabar lewat akun medsosnya.

Selain itu, kabar duka tersebut juga menjadi unggahan status sejumlah seniman, pegiat budaya hingga aktivis yang memiliki kedekatan secara pribadi dengan almarhum.

Suprapto dikenal luas sebagai penari kenamaan. Dia mengelola Padepokan Lemah Putih yang cukup luas di pinggiran utara Kota Solo. Di padepokan itulah Suprapto mengajari murid-murid tarinya dari berbagai negara.


Suprapto adalah pencipta Joget Amerta yang sering disebut sebagai 'gerak bebas' mengadopsi aktivitas sehari-hari. Dengan tari tersebut, Suprapto mengajak para muridnya melakukan komtemplasi kehidupan, perenungan, meditasi, hingga membangun kesadaraan kemanusiaan sebagai bagian dari alam dan sebagai bagian dari penciptaan.

Sebagai seorang Budhis, Suprapto juga berperan besar dalam penciptaan karya Wayang Budha pada dekade 70-an. Karya tersebut merupakan kolaborasi sejumlah seniman besar berbagai bidang seni.

(bai/sip)