Pemuda Ini Bayar ONH dari Hasil 10 Tahun Nabung Recehan di Botol Bekas

Akrom Hazami - detikNews
Jumat, 27 Des 2019 07:50 WIB
Ahmad Syukron Ali mendaftar haji di kantor Kemenag Grobogan, Kamis (26/12/2019). (Foto: Istimewa)
Grobogan - Tekad Ahmad Syukron Ali menunaikan rukun Islam kelima, yakni ibadah haji, patut ditiru. Pemuda berusia 20 ini mulai menapakkan kakinya untuk menuju Tanah Suci setelah mendaftar haji di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Grobogan.

Bagi Ali, memperoleh nomor antrean berangkat haji tak semudah membalikkan telapak tangan. Warga Dusun Nglejok, Desa Pelem, Kecamatan Gabus, Grobogan ini butuh waktu 10 tahun untuk mengumpulkan biaya pendaftaran. Itupun bukan menabung di bank, melainkan menyimpan uang recehan di botol bekas air mineral.

Ali pun diantar oleh ayah, ibu dan adiknya mendaftar ke kantor Kemenag Grobogan, Kamis (26/12/2019). Ali menyampaikan keinginan mendaftar haji dan langsung disambut petugas Kemenag dengan ramah. Ali lantas menyodorkan enam botol bekas air mineral yang berisi uang receh miliknya.

"Per botol isinya Rp 1 juta. Enam botol, berarti Rp 6 juta. Uang itu untuk daftar haji," kata Ali saat dihubungi detikcom.


Sekitar 3,5 jam petugas Kemenag menghitung uang receh tabungan Ali. Hasilnya, jumlah uang di dalam botol sama dengan hitungan Ali, yakni Rp 6 juta.

Total uang muka mendaftar haji Rp 25 juta. Ali pun telah menyiapkan kekurangannya dengan membawa uang kertas yang didapat dari hasil penjualan seekor sapi.

Sapi itu dibeli Ali sekitar tujuh bulan lalu dengan tabungannya sendiri seharga Rp 13,5 juta. Kemudian sepekan lalu, sapi itu dijual laku Rp 19,5 juta.

"Rp 25,5 juta setoran awal untuk dapat porsi (antrean berangkat haji)," ujar Ali.

Kata orang tuanya, dia masih mempunyai kekurangan pembayaran untuk ongkos naik haji sekitar Rp 20 juta.

"Kata ortu saya (kurangnya Rp 20 jutaan). Belum ada bayangan (cara melunasinya), tinggal ngikutin alurnya saja," tutur Ali.

Daftar Haji, Pemuda Ini 10 Tahun Menabung Uang Receh di Botol Bekas Ahmad Syukron Ali saat daftar haji di kantor Kemenag Grobogan, Kamis (26/12/2019). Foto: Istimewa

Kembali ke uang receh yang ditabungnya dalam botol bekas air mineral, Ali mengaku ada yang merupakan pemberian orang tua, ada juga hasil dari dia berusaha sendiri. Mulai dari jualan pulsa, menjadi sopir, dan mengabdi di Pondok Pesantren Al Hamdulillah, Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, Rembang. Ali tercatat nyantri di pesantren tersebut sejak sembilan tahun yang lalu.


Guna menambah semangat menabung naik haji, Ali juga menempelkan secarik kertas bertuliskan doa agar bisa naik haji di botol bekas air mineral tempat menyimpan uang receh tabungannya.

Lantas, apakah ayah dan ibunya sudah berhaji?
Selanjutnya
Halaman
1 2