Pilkada Sleman

Kata Harda soal Mumtaz Rais Emoh Dipasangkan dengannya: Urusan Partai

Usman Hadi - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 16:36 WIB
Baliho Mumtaz Rais di Sleman, foto diambil 23/10/2019. (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Sleman - Politikus PAN, Mumtaz Rais, menyatakan kesiapannya berkoalisi dengan PDIP di Pilbup Sleman 2020 dengan syarat tak ingin dipasangkan dengan Harda Kiswaya. Lalu apa respons Harda atas penolakan putra Amien Rais tersebut?

Harda Kiswaya (sebelumnya ditulis Hardo Kiswoyo) adalah Kepala BKAD Sleman yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati lewat DPC PDIP Sleman. Sedangkan Mumtaz kini telah memperoleh rekomendasi DPP PAN untuk maju di Pilbup Sleman.

Bagaimana respon Harda mengenai pernyataan Mumtaz? "Oh, nggak ada tanggapan," ujar Harda seraya tertawa saat ditanya detikcom mengenai statement Mumtaz yang ogah dipasangkan dengannya, Kamis (26/12/2019).


Harda menolak mengomentari terlalu jauh statement Mumtaz. Sebagai pihak yang mendaftarkan diri ke DPC PDIP Sleman, dirinya memilih menyerahkan keputusan akhir ke pihak partai.

"Lho kalau itu (kans PDIP berkoalisi dengan PAN di Pilbup Sleman) kan urusan partai, bukan pribadi. Saya kan juga nggak ngerti," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPP PAN Bidang Koordinasi Antarlembaga Mumtaz Rais menyatakan siap berkoalisi dengan PDIP di Pilbup Sleman 2020. Namun ia memberikan syarat yakni ogah dipasangkan dengan Harda.


"Kecil kemungkinan kalau Harda dipasangkan dengan Mumtaz. Saya juga emoh, mohon maaf... Tetapi jika PDIP memunculkan sosok baru misalnya Supriyanto, maka itu akan menjadi harapan baru antara PDIP dengan PAN," jelas Mumtaz, kemarin.

"Kalau Antok (sapaan akrab Supriyanto) yang direkom (DPP PDIP), Antok-Mumtaz ini keren, artinya semua orang pengen. Tapi kalah Harda-Mumtaz saya-nya yang nggak pengen," sambungnya.


Untuk memuluskan langkahnya maju di Pilbup Sleman, Mumtaz sendiri telah menjalin komunikasi dengan elite-elite parpol di Jakarta. Kini komunikasi tersebut masih berlangsung intens.

"Ketua Umum (PAN) Zulkifli Hasan dengan Pak Hasto (Sekjen PDIP) sudah berkomunikasi. Saya pribadi pun sudah bicara dengan Pak Sukur Nababan, Bappilu PDIP. Jadi kita lagi menggodok yang terbaik yang mana," pungkas Mumtaz. (ush/mbr)