Kasus Suap Jabatan, Bupati Kudus Tamzil Ancam Polisikan Stafsus-Ajudan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 15:03 WIB
Bupati M Tamzil (Angling/detikcom)
Semarang - Bupati nonaktif Kudus, M Tamzil, menyebut ada kemungkinan dirinya akan melaporkan dua orang terkait dugaan suap yang melibatkan dirinya. Tamzil menegaskan, jika pernyataan keduanya tidak benar, akan dipolisikan.

Dua orang yang dimaksud adalah staf khusus Bupati, Agus Soeranto, dan ajudan Bupati, Uka Wisnu Sejati. Tamzil menegaskan, jika dalam kesaksian keduanya tidak sesuai fakta, ia siap melaporkannya.

"Lihat kesaksian nanti, kalau yang sampaikan saksi tidak benar, akan saya laporkan. Kalau dia dalam sidang tidak sesuai fakta, saya akan laporkan," kata Tamzil seusai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (11/12/2019).


Menurut Tamzil, hal itu dilakukan karena sudah menyeretnya dalam kasus dugaan suap sehingga mencoreng nama baiknya.

"Karena menghancurkan nama baik saya yang selama ini bertugas maksimal," imbuhnya.

Dalam sidang perdana itu, Tamzil didakwa menerima suap Rp 750 juta dari Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus Akhmad Shofian.


Pada dakwaan kedua, jaksa menyebut Tamzil menerima gratifikasi senilai Rp 2,57 miliar, yang diterima dari 8 orang dengan besaran berbeda.

Tamzil menolak dakwaan dari jaksa penuntut umum dan menyatakan eksepsi. Sidang akan dilanjutkan pada 16 Desember 2019. (alg/mbr)