Ada 3 Jenis Kobra, Mana yang Teror Warung Mi Ayam di Klaten versi LIPI?

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 10:53 WIB
Ular yang ditangkan di warung mi ayam di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi/ detikcom)

Kedua jenis kobra itu bisa menyemburkan bisa. Variasi warnanya juga mirip, di antara keduanya bisa hitam dan coklat. "Naja sputatrix ada variasi warna perak. Kedua hanya berbeda pada pola sisik saja," terang Amir.

Kobra, jelas Amir, merupakan ular adaptif yang bisa hidup di lingkungan manusia. Untuk mengantisipasi teror ular kobra, Amir membagikan dua tips, yaitu menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan yang bisa menjadi sarang atau mengundang tikus sebagai makanan kobra.

Ada 3 Jenis Kobra, Mana yang Meneror Warung Mi Ayam di Klaten versi LIPI?Ular yang ditangkap di Klaten namun di lokasi yang berbeda. (Foto: Achmad Syauqi)

Selain itu, kobra sensitif dengan bau. Jika rumah sering dipel dan ada bau kapur barus maka ular kobra akan menghindar. "Sangat sensitif pada bau. Contoh beberapa tahun lalu, saat masyarakat masih menggunakan minyak tanah jarang ular bersarang di rumah," imbuhnya.

Sebelumnya 13 ekor ular kobra ditemukan di warung mi ayam jalan Pedan-Karangdowo, Desa Karangwungu, Kecamatan Karangdowo, Klaten. Pemadam kebakaran Pemkab Klaten saat itu menyebut bahwa ular-ular itu merupakan jenis king cobra.

"Iya kalau itu king cobra, kalau dilihat sekilas ada kuning di lehernya. Yang diamankan ada enam (ekor king cobra)," Kata Kasi Pemadam kebakaran Kantor Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Sumino, Senin (9/12), terkait penangkapan ular-ular di warung mi ayam Sarmiati.

Halaman

(mbr/sip)