Pelaku Pamer Alat Vital Teror Mahasiswi, UST Jogja Terbitkan Edaran

Sukma Indah Permana - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 17:23 WIB
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Yogyakarta - Pelaku ekshibisionis atau tindakan memamerkan alat vital kepada orang asing meneror mahasiswi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta. Karena itu, pihak kampus menerbitkan surat edaran. Berikut ini isi surat tersebut:

Salam dan Bahagia,

Berkaitan dengan fenomena maraknya kasus Ekshibisionis (menunjukkan alat vital), berikut kami sampaikan kiat menghadapi pelaku.

Ekshibisionis memiliki karakter untuk mencari perhatian dan menginginkan reaksi yang kuat (berteriak histeris atau ketakutan), maka apabila menjumpai pelaku sebaiknya:

1. Teruslah berjalan menjauh dan tunjukkan ekspresi tidak peduli. Jika pelaku mendekat, berteriaklah minta tolong atau berlalu untuk mencari tempat yang lebih aman.

2. Tunjukkan ekspresi yang dingin dan biasa saja serta tidak terpengaruh oleh perilakunya.

3. Alihkan pandangan, segera menjauh, dan memanggil petugas keamanan serta berikan deskripsi pelaku sehingga pelaku bisa segera ditangkap. Jika memungkinkan bisa didokumentasikan (foto).

4. Hubungi petugas keamanan atau polisi terdekat dan hindari jalur yang belum dianggap aman untuk dilalui. Jika terjadi di area sekitar kampus FKIP UST, segera hubungi petugas keamanan atau FKIP UST.

5. Hindari berjalan/bepergian seorang diri. Usahakan berkelompok atau dengan teman.

Demikian edaran ini dibuat, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Salam.

Surat edaran ini ditandatangani oleh Dekan FKIP UST Yogyakarta Ki Nanang Bagus Subekti pada 2 Desember 2019.


Wakil Dekan 3 Bagian Kemahasiswaan FKIP UST Yogyakarta Abeje Janoko memberi konfirmasi bahwa surat tersebut memang resmi dikeluarkan oleh pihak kampus. Edaran ini dikeluarkan terkait penangkapan seorang pelaku ekshibisionis di dekat kampusnya.

"Karena yang seperti itu harus ditangani," tutur Abeje saat dihubungi detikcom, Selasa (10/12/2019).


Abeje mengungkapkan ada empat mahasiswi yang sudah melaporkan kejadian itu. Keempatnya melaporkan tiga pelaku yang berbeda.

Dengan ditangkapnya pelaku pada Sabtu (7/12), masih ada dua pelaku yang berkeliaran.

"Korbannya ada empat orang selama dua minggu," kata Abeje. (sip/ams)