Disebut Pernah Golput Pilkada Jadi Alasan Gibran Ditolak Maju Cawalkot

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 14:27 WIB
Jumpa pers Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu (PWSPP) yang keberatan Gibran maju Pilkada Solo. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Jumpa pers Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu (PWSPP) yang keberatan Gibran maju Pilkada Solo. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Sekelompok orang yang menamakan diri Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu (PWSPP) menyatakan keberatan Gibran Rakabuming Raka maju di Pilkada Solo 2020. Apa penyebabnya?

"Tahun 2015 beliau tidak melaksanakan kewajibannya sebagai pemilih. Malah di luar kota, bahkan ada yang bilang di luar negeri," kata Ketua Paguyuban, Johan Syafaat Mahanani, dalam jumpa pers di Solo, Selasa (10/12/2019).

Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah ironi. Saat itu Gibran enggan menggunakan hak pilih, tapi kini justru meminta dipilih.


"Ini kan sangat lucu. Dulu ketika punya kewajiban memilih, tidak digunakan. Tapi saat ini kok pengin dipilih. Ini kan lucu," ujarnya.

Johan khawatir Gibran akan menjadi contoh buruk bagi generasi muda. Padahal, pada 2015, katanya, Gibran bisa dikatakan sebagai tokoh publik.

"Saat itu kan Pak Jokowi sudah jadi presiden, artinya Mas Gibran menjadi tokoh. Ini bisa menjadi preseden buruk. Beliau bisa jadi contoh yang golput," ujarnya.


Namun PWSPP mengaku tidak melarang Gibran mendaftarkan diri maju pilwalkot. Mereka hanya ingin menyadarkan masyarakat terhadap temuan mereka.

"Kami tidak menolak, tapi kami hanya keberatan jika Gibran maju sekarang. Silakan maju pada pemilu selanjutnya dengan syarat Pilkada 2020 besok beliau harus menggunakan hak pilihnya," pungkasnya. (bai/sip)