Bentrokan Pecah di Depan PCNU Solo, Sempat Ada Saling Lempar Batu

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 17:02 WIB
Suasana di depan kantor PCNU Solo sore ini. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Suasana di depan kantor PCNU Solo sore ini. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Bentrokan terjadi di depan kantor PCNU Surakarta siang ini. Keributan itu terjadi di antara dua ormas di Solo.

"Kami identifikasi massa ada dari kantor PCNU dan satunya ialah peserta demonstrasi di Polresta tadi, DSKS (Dewan Syariah Kota Surakarta)," kata Wakapolresta Surakarta AKBP Iwan Saktiadi kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat (6/12/2019).

Demonstrasi di Mapolresta Surakarta yang dimaksud terkait kasus Gus Muwafiq. Polisi langsung mempertemukan kedua pihak di lokasi kejadian. Meski sempat alot, kedua kelompok membubarkan diri.


"Kami pertemukan pimpinannya. Mereka sudah berbicara sendiri, juga sudah ketemu, saling memahami. Dan intinya mereka sepakat menyelesaikan masalah dengan baik dan membubarkan diri," kata dia.

Sementara itu, juru bicara DSKS Endro Sudarsono membenarkan demonstrasi di Mapolresta Surakarta adalah dari DSKS. Namun dia menampik jika aksi bentrokan dilakukan DSKS.

"Kalau bentrokan, itu kami tidak tahu. Karena kami sejak di Polresta sudah mengimbau agar tidak lewat di situ dan pulang secara tertib," kata Endro saat dihubungi wartawan.

Diwawancara terpisah, Ketua PCNU Surakarta, Mashuri, menyayangkan kejadian bentrokan. Dia mengimbau siapapun yang tidak berkenan dengan ceramah Gus Muwafiq untuk menempuh jalur hukum.

"Apalagi sudah mengakui kesalahan dan meminta maaf. Mau sampai kapan? Kalau memang belum puas, ini negara hukum, langkah hukum monggo silakan. Tidak dengan cara-cara seperti ini," kata Mashuri di kantor PCNU, Jumat (6/12).

Mashuri mengaku telah mengimbau agar tidak digelar aksi sebelum Gus Muwafiq mengisi ceramah di Pondok Pesantren Al-Muayyad, Solo, Sabtu (7/12). Dia menyesalkan ada pihak yang tetap melakukan konvoi di depan kantor PCNU.

"Kami tadi menjaga kantor, hanya ngumpul-ngumpul saja. Tetapi mereka lewat sini tanpa diblok. Akhirnya mereka lewat pun tidak masalah, tapi sampai sana saling menghujat, akhirnya terjadi seperti itu," ungkapnya.

"Sebenarnya itu bisa dilakukan jika antar pimpinan duduk bersama. Tidak seperti ini," tutupnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2