Mobdin Bupati Karanganyar Nyaris Rp 2 M, Pukat UGM: Tak Patut dan Tak Peka!

Usman Hadi - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 10:26 WIB
Peneliti Pukat UGM, Zaenur Rohman. Foto: Usman Hadi/detikcom
Karanganyar - Bupati Karanganyar, Juliyatmono, bakal mengendarai mobil dinas (mobdin) baru jenis Jeep Wrangler Rubicon seharga Rp 1,9 miliar atau nyaris Rp 2 miliar. Pengadaan mobdin ini dianggap tidak patut karena tergolong bermewah-mewahan.

"Bahwa tidak patut bagi pejabat negara bermewah-mewahan dengan anggaran rakyat. Jadi standpoint saya adalah ketidakpatutan itu," kata Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rohman, Kamis (5/12/2019).

"Menurut saya (pembelian mobdin Bupati Karanganyar yang nyaris Rp 2 miliar) itu sesuatu yang tidak patut, tidak peka terhadap kondisi masyarakat dan juga sebenernya tidak cukup beralasan," lanjutnya.



Zaenur berpendapat, lumrah apabila pembelian mobdin Bupati Karanganyar menjadi polemik lantaran mobil jenis Rubicon termasuk mobil berkategori mewah. Sementara alasan pembelian mobil tersebut juga dianggap kurang beralasan.

"Jadi menurut saya ini menunjukkan ketidakpekaan pejabat-pejabat daerah terhadap beban hidup yang ditanggung oleh masyarakat. Apalagi kemiskinan di Karanganyar juga masih relatif tinggi... Tidak selayaknya pejabat daerahnya bermewah-mewahan," paparnya.


Zaenur juga menganggap pengadaan Mobdin Bupati jenis Rubicon tidak menjadi contoh yang baik bagi para pejabat di lingkungan Pemkab Karanganyar. Sebab, mobdin yang dipakai Bupati tidak menganggarkan gaya hidup sederhana tetapi bermewah-mewahan.

"Para ASN harusnya diberi contoh pola hidup yang sederhana dengan prinsip melayani. Nah, jadi menurut saya ini satu keteladanan yang kurang baik, satu contoh yang kurang baik begitu, kurang bisa memberi teladan hidup sederhana kepada bawahan," tutupnya. (ush/sip)