detikNews
Rabu 04 Desember 2019, 13:59 WIB

Saat Ratusan Siswa SLB Batang Membatik Sak Karepe Sepanjang 120 Meter

Robby Bernardi - detikNews
Saat Ratusan Siswa SLB Batang Membatik Sak Karepe Sepanjang 120 Meter Ratusan siswa SLB Negeri Batang membatik sak karepe. Foto: Robby Bernardi/detikcom
Batang - Ratusan murid di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batang memperingati Hari Disabilitas Internasional dengan membatik kain sepanjang 120 meter. Mereka menciptakan batik ciprat Sak Karepe atau semaunya.

"Harusnya kemarin, tapi kemarin kita masih melakukan ujian semesteran baru bisa dilakukan hari ini," kata Sujarwo, Kepala SLB N Batang saat ditemui detikcom, Rabu (04/12/2019).

Di sekolah ini terdapat 215 siswa yang terdiri dari murid sekolah dasar hingga murid SLTA di SLB Negeri Batang. Rencananya batik 'Ciprat Sak Karape' ini akan digunakan sebagai seragam batik para siswa ini.


Sujarwo menjelaskan bahwa motif batik ciprat berupa cipratan malam atau lilin batik. Cara ini berbeda dengan cara membatik menggunakan canting.

Ratusan siswa SLB Negeri Batang membatik sak karepe.Ratusan siswa SLB Negeri Batang membatik sak karepe. Foto: Robby Bernardi/detikcom


"Jadi kita pakainya kuas. Setelah lilin dipanaskan dan mencair, anak-anak akan memasukkan kuas kecil kemudian mengekspresikan seninya dnegan cara mencipratkan ke media kain yang kami sediakan," jelas Jarwo.

Batik Ciprat ini sendiri memang di Batang dan Pekalongan tengah populer dan digandrungi banyak penggemar batik. Dengan cipratan inilah nantinya akan keluar motif yang tidak beraturan namun justru mempunyai nilai tersendiri.

Ratusan siswa SLB Negeri Batang membatik sak karepe.Ratusan siswa SLB Negeri Batang membatik sak karepe. Foto: Robby Bernardi/detikcom

"Ya karena dicipratkan semaunya akhirnya dikenal degan batik Cipratan Sak Karepe," jelasnya.

Semua siswa SLB N Batang ini memproses batik ini mulai dengan proses ciprat, pewarnaan hingga pencucian.

"Semua dilakukan dengan senang hati. Apalagi mereka habis ujian. Anak-anak memilih warna biru sebagai dasarnya," kata Jarwo.


"Iya untuk membuat seragam. Ini kita lakukan tidak kali ini saja. Di kami ada memang jam pelajaran membatik dan menjahit. Hasilnya kita pasarkan juga," katanya.

Salah seorang murid, Agung Setyabudi mengaku senang dengan kegiatannya hari ini. Apalagi hasil karyanya akan digunakan untuk seragam sekolahnya nanti.

"Membuat batik sendiri untuk seragam. Ya senang sekali bisa dipakai," kata siswa kelas 9 SLB N Batang ini.

Ratusan siswa SLB Negeri Batang membatik sak karepe.Ratusan siswa SLB Negeri Batang membatik sak karepe. Foto: Robby Bernardi/detikcom


Sujarwo menambahkan di sekolah ini terdapat enam kelas di tingkat sekolah dasar, tiga kelas di tingkat SMP dan SLTA.

"Untuk tingkat SMP dan SLTA nya kita lebih fokuskan ke ketrampilannya agar selesai sekolah dari sini bisa langsung kerja, sebagaimana lulusan sebelumnya," kata Sujarwo.

Para lulusan SLB ini, kata Sujarwo, dibekali keterampilan membatik dan menjahit. Sehingga tidak sedikit lulusan sekolah setempat langsung dapat bekerja.

"Kita sudah kerjasama dengan industri-industri batik maupun pakaian. Banyak lulusan kita yang direkrut untuk kerja," pungkas Sujarwo.
(sip/sip)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com