detikNews
2019/12/03 11:36:34 WIB

Hari Difabel Internasional, Menengok Semangat Guru Ber-skateboard di Batang

Robby Bernardi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Hari Difabel Internasional, Menengok Semangat Guru Ber-skateboard di Batang Muhamad Hikmat (26), guru difabel di SLB Negeri Batang (Robby Bernardi/detikcom)
Batang - Dalam rangka Hari Difabel Internasional 2019, sosok-sosok difabel menjadi inspirasi di tengah masyarakat. Salah seorang di antaranya adalah Muhammad Hikmat (26), seorang guru di Batang.

Pria asal Sukabumi, Jawa Barat, ini tak memiliki kaki sejak kecil. Namun kondisinya tak membuat Hikmat berhenti memberi manfaat dan berkarya.

"Sejak lahir seperti ini. Diagnosis dokter katanya gangguan perkembangan janin dari kandungan, karena tidak tahu tengah hamil kemudian (ibu) mengonsumsi pil KB," kata Hikmat, Jumat (29/11/2019).

Hikmat bercerita, menyandang disabilitas memang sempat membuatnya down saat memasuki awal masa remaja. Saat itu dia mengenyam pendidikan di sekolah umum.

Meski begitu, Hikmat memilih tidak larut dalam kesedihan. Hikmat termotivasi untuk terus belajar hingga akhirnya bisa menuntaskan pendidikan di Universitas Islam Nusantara Bandung pada 2017. Ia kini bergelar sarjana pendidikan luar biasa.


Dan kini Hikmat menjadi guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batang dengan status CPNS. Kecintaannya pada anak-anak berkebutuhan khusus pun mulai muncul saat dirinya berkesempatan untuk mengajar di SLB.

Muhamad Hikmat (26), guru difabel di SLB Negeri Batang.Muhamad Hikmat (26), guru difabel di SLB Negeri Batang. (Robby Bernardi/detikcom)

Kendati tak mempunyai dua kaki, Hikmat tidak sulit beraktivitas. Untuk berjalan, dia tak menggunakan kursi roda, tapi memilih skateboard guna menopang tubuhnya. Skateboard inilah yang memperlancar aktivitas baik di luar dan di dalam ruangan. Termasuk saat mengajar di kelas.

Skateboard yang digunakannya tak sembarang skateboard.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com