detikNews
Senin 02 Desember 2019, 19:11 WIB

BPBD Jateng: Pegunungan Kendeng Sangat Gundul!

Arif Syaefudin - detikNews
BPBD Jateng: Pegunungan Kendeng Sangat Gundul! Rapat persiapan revitalisasi kawasan pegunungan Kendeng di Hotel New Merdeka Pati, Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Pati - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah mengungkap kondisi Pegunungan Kendeng sangat gundul. Berikut pernyataan Kepala BPBD Jateng Sudaryanto.

"Kami melihat pegunungan kendeng ini sangat gundul. Jadi di wilayah Jawa Tengah itu ada sekitar 12.900 hektare (lahan gundul). Dan itu (pegunungan Kendeng) rata-rata gundul. Kami memantau melalui helikopter tanggal 15 November kemarin," jelas Sudaryanto kepada wartawan usai rapat persiapan revitalisasi kawasan pegunungan Kendeng di Hotel New Merdeka Pati, Senin (2/12/19).

Ia mengatakan keberadaan lahan hijau di Pegunungan Kendeng dinilai sangat penting. Menurutnya di wilayah tersebut harus ada reboisasi atau penghijauan agar fungsinya kembali tertata. Tim dari BPBD Jateng membuka data ada 5.786,5 hektare lahan pegunungan Kendeng yang kondisinya gundul.

"Karena di mana-mana terjadi bencana akibat gunung yang gundul. Maka harus dijaga dan melibatkan semua pihak. Kawasan yang kritis dan gundul itu secara perlahan akan ditanami kembali, agar kawasan Kendeng ijo royo-royo dan makmur," terangnya.


Sudaryanto mengaku telah mendapat instruksi secara langsung dari Kepala BNPB Doni Monardo yang melakukan pemantauan secara langsung dengannya agar segera mengatasi kondisi pegunungan yang memprihatinkan itu.

Dia menyampaikan bahwa gundulnya Pegunungan Kendeng akan berdampak pada generasi di masa depan.

"Apabila alam rusak, maka bencana akan terjadi dimana-mana. Apabila kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita. Pada intinya, ini adalah ranah perhutani, tetapi kita tetap membantu dan mendorong agar ada reboisasi di pegunugan kendeng ini," jelasnya.


Ia berharap dukungan dari pihak Kabupaten dan masyarakat dalam mewujudkan kawasan kendeng ke depan bisa menjadi destinasi wisata yang luar biasa. Untuk itu masyarakat harus menerima dengan baik dalam mendorong penyelamatan alam.

"Rencana aksi akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat di tiga kecamatan di kawasan kendeng, mulai 9 hingga 11 Desember mendatang. Setelah itu merencanakan kapan menanam pohon terutama di lahan kritis dan lahan perhutani yang kosong hingga April 2020," tandasnya.


Tonton juga Warga Buleleng Geger Isu Tsunami Pascagempa, BPBD Mengklarifikasi :

[Gambas:Video 20detik]


(sip/sip)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com