Round-Up

Latihan Silat Berujung Maut di Sragen

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 26 Nov 2019 19:09 WIB
Kasubbag Humas Polres Sragen AKP Harno, Selasa (26/11/2019). Foto: Andika Tarmy/detikcom

F sendiri baru setahun disahkan menjadi warga PSHT. Ketua PSHT Ranting Gemolong Tarso mengungkapkan F memang tergolong warga baru di PSHT. Namun, berdasarkan tradisi di PSHT, warga yang sudah disahkan memang diperbolehkan melatih.

"Baru disahkan tahun kemarin. Kalau warga PSHT setelah disahkan, dia bisa melatih. Tinggal spesialisasi masing-masing. Kalau yang spesialis pelemasan, ya memberikan latihan pelemasan. Kalau spesialis senam jurus, ya memberikan latihan jurus. Tidak bisa (satu orang) mencakup semuanya," kata Tarso saat dihubungi wartawan, Selasa (26/11/2019).


Saat kejadian, lanjutnya, seluruh siswa sebenarnya diberi perintah dan perlakuan yang sama. Jajaran pelatih memberikan instruksi kepada seluruh siswa untuk memasang kuda-kuda sebelum mengatur tendangan.

"Itu semua siswa dapat (tendangan). Tapi baru dua yang ditendang. Yang pertama tidak apa-apa, yang kedua (korban) jatuh," ujarnya.

Halaman

(rih/rih)