Keluarga Ungkap Kondisi Terakhir Pasutri yang Tewas Diserang Tawon Vespa

Robby Bernardi - detikNews
Selasa, 26 Nov 2019 18:38 WIB
Keluarga pasutri di Pemalang yang tewas usai disengat tawon Vespa, Selasa (26/11/2019). Foto: Robby Bernardi/detikcom
Pemalang - Sebelum dinyatakan meninggal dunia oleh dokter, Endaryati (45) warga Desa Kebandaran, Kecamatan Bodeh, Pemalang, mengeluhkan rasa panas di sekujur tubuhnya usai diserang tawon Vespa affinis. Anak korban, Mida, menceritakan kondisi terakhir ibunya sebelum meninggal dunia.

"Mak (Ibu), saat saya tungguin di rumah sakit mengeluhkan tubuhnya panas. Terutama punggungnya yang banyak tersengat lebah," kata Mida saat ditemui detikcom di rumah duka, Selasa (26/11/2019).


Menurut Mida yang juga mengantarkan ibunya ke rumah sakit, kondisi sang ibu semakin lama semakin melemah, beberapa jam setelah tersengat tawon.

"Saat itu komunikasi dengan Mak, lancar. Dia terus-terusan mengeluhkan panas. Saya suruh istighfar dan berdoa. Saya berharap saat itu sembuh," tutur anak kedua korban ini.

Keluarga Ungkap Kondisi Terakhir Pasutri yang Tewas Diserang Tawon VespaMakam pasutri yang tewas diserang tawon Vespa di Pemalang, Selasa (26/11/2019). Foto: Robby Bernardi/detikcom

Endaryati yang tersengat tawon Vespa bersama suaminya, Suwaryo (62), dirujuk ke Rumah Sakit Prima Medika pada Senin (25/11/2019) dini hari setelah mendapatkan penanganan pertama di Puskesmas Bodeh.

"Selama perjalanan ke rumah sakit, ibu memang mengeluhkan kondisi punggungnya," tambah Mida.

Hingga akhirnya, menurut Mida, kondisi ibunya memburuk dan tidak tertolong lagi.

"Sekitar jam 12 malam lebih, Mak tidak tertolong lagi setelah disuntik. Mak dulu yang meninggal," jelasnya.

Senin paginya. jenazah Endaryati dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Kebandaran.