Senior Penendang Siswa PSHT hingga Tewas Baru Setahun Disahkan Jadi Warga

Andika Tarmy - detikNews
Selasa, 26 Nov 2019 15:07 WIB
Latihan perguruan silat PSHT di Sragen, beberapa waktu lalu. (Foto: dok. Istimewa)
Sragen - F (16), senior yang menendang MAM (13), siswa perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) hingga tewas, ternyata baru setahun disahkan menjadi warga PSHT.

Ketua PSHT Ranting Gemolong Tarso mengungkapkan F memang tergolong warga baru di PSHT. Namun, berdasarkan tradisi di PSHT, warga yang sudah disahkan memang diperbolehkan melatih.

"Baru disahkan tahun kemarin. Kalau warga PSHT setelah disahkan, dia bisa melatih. Tinggal spesialisasi masing-masing. Kalau yang spesialis pelemasan, ya memberikan latihan pelemasan. Kalau spesialis senam jurus, ya memberikan latihan jurus. Tidak bisa (satu orang) mencakup semuanya," kata Tarso saat dihubungi wartawan, Selasa (26/11/2019).


Saat kejadian, lanjutnya, seluruh siswa sebenarnya diberi perintah dan perlakuan yang sama. Jajaran pelatih memberikan instruksi kepada seluruh siswa untuk memasang kuda-kuda sebelum mengatur tendangan.

"Itu semua siswa dapat (tendangan). Tapi baru dua yang ditendang. Yang pertama tidak apa-apa, yang kedua (korban) jatuh," ujarnya.


Tonton juga Massa Perguruan Silat Rusak Rumah Warga di Banyuwangi :



selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2