Warga di Brebes Demo Tolak Rencana Pembangunan Waduk

Imam Suripto - detikNews
Selasa, 26 Nov 2019 12:34 WIB
Warga dua desa di Kecamatan Bantarkawung, Brebes, berdemo menolak rencana pembangunan Waduk Cipamali, Selasa (26/11/2019). (Imam Suripto/detikcom)
Warga dua desa di Kecamatan Bantarkawung, Brebes, berdemo menolak rencana pembangunan Waduk Cipamali, Selasa (26/11/2019). (Imam Suripto/detikcom)
Brebes - Warga dua desa di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar aksi demo menolak rencana pembangunan waduk. Mereka menolak karena tidak ingin direlokasi dari tanah kelahiran.

Demo ini melibatkan seribuan warga dari Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung. Mereka menggelar unjuk rasa di depan kantor Kecamatan Bantarkawung.

Koordinator aksi demo, Arif Awaludin, mengatakan demo ini merupakan bentuk penolakan warga soal rencana pembangunan Waduk Cipamali di wilayah Bangbayang Hilir, Desa Bangbayang. Waduk ini rencananya akan menampung air dari Sungai Pemali.


Menurut Arif, jika rencana tersebut direalisasi, konsekuensi yang diterima warga adalah harus pindah tempat tinggal atau relokasi. Desa yang mereka tinggali harus dikosongkan untuk dijadikan waduk penampungan air sungai.

"Kalau pindah, harus ke mana. Bagaimana soal pendidikan anak-anak di sini. Kami yang rugi jika ada pembangunan waduk. Sekecil apa pun, siapa pun tidak akan pernah mau jika tanah kelahirannya harus ditenggelamkan," tegas Arif di sela aksi, Selasa (26/11/2019).


Warga di Brebes Demo Tolak Rencana Pembangunan WadukWarga dua desa di Kecamatan Bantarkawung, Brebes, berdemo menolak rencana pembangunan Waduk Cipamali, Selasa (26/11/2019). (Imam Suripto/detikcom)

Selain dua desa Bangbayang dan Bantarkawung, akan ada desa lain yang harus direlokasi. Sebab, Waduk Cipamali akan dibangun dengan kapasitas air hingga 1 miliar kubik.

"Kami menolak rencana tersebut. Tolong batalkan rencana pembangunan waduk ini. Apalagi selama ini belum ada sosialisasi terkait rencana pembangunan ini," Arif menambahkan.


Terkait unjuk rasa ini, Camat Bantarkawung Eko Supriyanto mengatakan warga keberatan karena dimungkinkan pembangunan ini akan menenggelamkan Desa Bantarkawung dan Bangbayang. Mereka secara tegas menolak rencana ini karena harus pindah dari tanah kelahiran.

"Yang jelas, warga keberatan. Mereka tidak menghendaki waduk ini," kata Eko. (rih/rih)