Periksa Siswa Tusuk Bu Guru di Bantul, Polisi Gandeng Bapas-Dinsos

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 17:20 WIB
Unit PPA Satreskrim Polres Bantul, Jumat (22/11/2019). (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Unit PPA Satreskrim Polres Bantul, Jumat (22/11/2019). (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul - Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bantul menggandeng Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kemenkum HAM dan Dinas Sosial (Dinsos) dalam pemeriksaan kasus siswa laki-laki menusuk guru perempuan dengan alasan cinta.

Kanit PPA Satreskrim Polres Bantul Aipda Mustafa Kamal mengatakan saat ini pihaknya menunggu hasil penelitian dari Bapas dan Dinsos karena anak pelaku mengalami gangguan jiwa.

"Nantinya ada penelitian kemasyarakatan dari Bapas terhadap anak dan laporan sosial dari pekerja Dinsos, riwayatnya (anak pelaku) seperti apa," kata Mustafa saat ditemui di Mapolres Bantul, Jumat (22/11/2019).


Disebut sebagai 'anak pelaku' karena pelaku penusukan masih di bawah umur.

"Dan untuk proses (hukum) tetap kami jalankan merujuk Pasal 351 KUHP (tentang penganiayaan). Tapi penyidik nanti harus menunggu hasil rekomendasi dari Bapas (terkait langkah hukum selanjutnya)," jelas Kamal.

Selama proses pemeriksaan ini, polisi telah meminta keterangan kepada anak pelaku dan sejumlah saksi.

"Saksi sudah ada tiga orang, pelapor yakni kakak ipar (korban), Pak Dukuh, sama suami korban," ujar Mustafa.


Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya menambahkan anak pelaku tidak ditahan karena masih sekolah dan ada permohonan dari orang tua.

"Untuk anak pelaku tidak dilakukan penahanan karena ada permohonan atau penjaminan dari orang tuanya. Selain itu, statusnya (anak pelaku) masih sekolah juga," ujarnya.


Peristiwa penusukan yang dilakukan siswa laki-laki SMA negeri di Kulon Progo itu terjadi pada Rabu (20/11/2019) malam. Korban seorang guru perempuan ditusuk saat terlelap tidur di rumahnya di Bantul. Akibatnya, korban mengalami luka sobek di bagian perut dan dirawat di RSUP Sardjito. (rih/rih)