Pasien Buta Pascaoperasi Gugat RS Mata Solo, IDI Sebut Ada Mispersepsi

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 18:15 WIB
Kastur. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Seorang pasien, Kastur (65) menggugat RS Mata Solo karena merasa dirugikan akibat kedua matanya buta pascaoperasi. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Solo menyatakan ada mispersepsi antara pasien dengan dokter.

Ketua IDI Solo, dr Adji Suwandono, SH, SpF, mengatakan kasus tersebut pernah dibahas di internal IDI. Dokter yang menangani Kastur, RH sudah menjelaskan duduk perkaranya.

Dalam proses klarifikasi tersebut, dihadirkan pula pengurus IDI, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran, Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota, serta pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia Surakarta.

Namun dalam kesempatan itu Kastur tidak didatangkan karena Kastur tidak melaporkan hal tersebut kepada IDI.

"Pasien belum melaporkan kepada IDI cabang Surakarta. Pasien baru sebatas komplain ke rumah sakit. Jadi kita tidak bisa mempertemukan keduanya," kata Adji saat dihubungi detikcom, Rabu (20/11/2019).


Dalam klarifikasi tersebut tidak ditemukan malapraktik. Kebutaan yang dialami Kastur ialah akibat penyakit komplikasi yang dideritanya.

"Rumah sakit sudah melakukan tindakan sesuai prosedur. Termasuk sudah merujuk ke RS lain yang bisa menangani komplikasi tersebut," ujar dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2