2 Pekerja Double Track Bogor-Sukabumi yang Tewas Dimakamkan di Grobogan

Akrom Hazami - detikNews
Minggu, 17 Nov 2019 14:56 WIB
Pemakaman dua pekerja proyek double track Bogor-Sukabumi dimakamkan di Grobogan. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Pemakaman dua pekerja proyek double track Bogor-Sukabumi dimakamkan di Grobogan. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Grobogan - Dua pekerja tewas akibat longsor di proyek pembangunan Double Track Rel Kereta Api Sukabumi-Bogor, Cigombong, Jawa Barat, dimakamkan hari ini. Kedua korban yakni Muhammad Hanapi (30) dan Tri Wisnu Mukti (34) dimakamkan di kampung halamannya, Desa Grobogan.

"Leres (betul) warga Desa Kronggen. Baru diberangkatkan ke makam," kata Kepala Desa Kronggen Hardiyono kepada wartawan melalu pesan pendek, Minggu (17/11/2019).

Pemakaman dilakukan di tempat pemakaman umum Dusun Sinawah, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah sekitar pukul 11.00 WIB.


Sejumlah kerabat dan tetangga turut serta mengiringi pemakaman. Pemakaman keduanya dilakukan hanya berselang sekitar 10 menit.

Di lokasi pemakaman tampak warga tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Seperti saat pemakaman Tri Wisnu Mukti.


"Saya kerja sebelahnya. Sekitar 1 km (dari lokasi)," kenang salah seorang teman kerja korban, Suswandi (33).

Suswandi bercerita, saat dia mendengar ada kabar longsor, dia bersama rekan lainnya segera mendatangi lokasi kejadian.


"Tidak ada gemuruh, tidak ada tanda-tanda. Itu sudah digali lebih dari 1 bulan. Keterangan yang selamat tidak ada tanda-tanda pengikisan tanah," ungkap dia.

Menurutnya, di lokasi kejadian para pekerja sudah menggali sejak satu bulan terakhir. Bahkan sudah digali hampir 24 meter.

"Itu sudah digali sebulan lebih. Sudah dikerjakan lebih dari 24 meter. Bawahnya sudah diboor pel. Jadi kan lama. Di luar perkiraan. Yang satu sudh dapat 120 meter. Pas itu korban sudah gali tinggi 10 meter," terang Suswandi.


Dia menjelaskan, para korban dan pekerja baru 10 hari berangkat mengerjakan proyek di lokasi. Mereka diajak karena memang sudah mempunyai pengalaman.

"Mereka sudah pengalaman, sudah sering. Tenaga lama di PT itu. Ikut PT sudah ada lima tahunan," ujarnya.


Suswandi mengenang korban merupakan orang baik. Bahkan dia sempat mengobrol dengan korban pada satu malam sebelum kejadian mengenaskan itu.

"Baik orangnya. Semalam sebelum kejadian tidak ada tanda-tanda. Hanya tanya kiriman. Cuma lambaikan tangan. Kiriman kan. Sabtu siang mau kirim. Seminggu sekali kirim. Biasanya rata Rp 1 juta. Wisnu kirim untuk keluarga. Masih bujang semua," beber Suswandi.

Dalam kesempatan ini, Suswandi berharap semua hak korban dipenuhi.

"Tidak apa-apa yang penting beres, Perusahaan ikut ke sini semalam. Dari Satker PT KAI nanti akan datang," tambahnya.



"Di sana tinggal di mess stasiun. (yang dikerjakan) itu penahan tanah double track. Dengan kontrak berakhir Desember, sudah selesai. Kalau haknya akan dipenuhi. Sudah disiapkan," ungkapnya.

Sementara itu keluarga menolak autopsi lantaran kematian korban murni kecelakaan.

"Keluarga nolak autopsi karena itu kecelakaan murni. Kecuali kalau jatuh. Tertimbun longsor kan," tambahnya.

Diwawancara terpisah, paman korban Tri Wisnu, bernama Sugiarto mempunyai kesan mendalam tentang keponakannya. Dia mengatakan, korban selama ini amat baik.


"Kesan terakhir, dia (Tri Wisnu) salaman saya. 'Dhe saya mau kerja. Masmu tidak diajak? Nggak dhe, saya cuma sebentar. Sediluk (sebentar) saya'," begitu kalimat yang terngiang di telinga Sugiarto, ketika Tri Wisnu pamit kerja berangkat ke Bogor.

Sehingga dia kaget saat mendengar kabar duka keponakannya itu. Sugiarto menjelaskan bahwa Tri Wisnu merupakan tulang punggung keluarga.

"Saya pulang ngarit. Kaget saya. Ponakan saya (Tri Wisnu) itu," kata Sugiarto.

Diberitakan sebelumnya, longsor terjadi di proyek pembangunan Double Track Rel Kereta Api Sukabumi-Bogor, Cigombong pada Sabtu (16/11) pukul 08.00 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyebut ada 5 orang pekerja yang tertimbun akibat kejadian itu.

Dari 5 orang korban, dua diantaranya dinyatakan tewas sementara tiga orang lainnya selamat. Informasi yang diberikan BPBD, identitas tiga korban selamat masing-masing bernama Sarpin/Kiswanto (30), Sukardi (44), Parjo (47) ketiganya warga Grobogan, Jawa Tengah. (sip/sip)