Lagi-lagi Pantai Wates Rembang Berlumpur, Bau dan Bikin Gatal

Arif Syaefudin - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 15:25 WIB
Kondisi bibir Pantai Wates, Rembang. (Arif Syaefudin/detikcom)
Kondisi bibir Pantai Wates, Rembang. (Arif Syaefudin/detikcom)

Heri bercerita limbah semacam itu muncul pertama kali pada 2015, dan paling parah terjadi pada 2017.

"Ini tahunan, paling parah 2017, itu sampai hitam. Kami diam di pinggir pantai saja bisa pusing karena baunya. Kemudian tahun kemarin tidak keluar limbahnya ini. Tapi sekarang muncul lagi. Memang kelihatannya kalau pas musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan," paparnya.

Kondisi bibir Pantai Wates, Rembang. Kondisi bibir Pantai Wates, Rembang. (Arif Syaefudin/detikcom)

Salah seorang warga setempat, Maskurniawan, mengaku, akibat kondisi tersebut, aktivitas warga menjadi terganggu, terutama warga yang tinggal di dekat bibir pantai.


"Kami mau aktivitas otomatis jadi terganggu. Di sini warga mayoritas nelayan, hasilnya jadi berkurang banyak. Kami yang beraktivitas di pantai, kalau kena airnya sedikit saja, bisa langsung gatal, merah semua kulit," tutur Maskurniawan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang Dwi Wahyuni mengaku pegawai DLH Provinsi Jawa Tengah telah mengambil sampel lumpur di pantai tersebut.

"Menurut informasi teman kantor, tadi pagi ada pegawai DLH provinsi dan didampingi teman kantor ambil sampel. Sampai sekarang belum balik kantor. Kami akan tetap dampingi kejadian ini," jelas Dwi.

Dwi mengatakan bahwa kondisi di Pantai wates ini sudah belangsung lama.

"Pantai wates terkait lumpur sudah ada lama sekali, di mana terjadi endapan dari proses gelombang laut yang mengakibatkan pengadukan dalam pasir di dasar lautan yang kemudian terbawa sampai ke bibir pantai dan sebagian mengendap," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3