detikNews
Senin 04 November 2019, 10:33 WIB

Banyak Pohon Peneduh Jalan di Klaten Dibakar, Siapa Pelakunya?

Achmad Syauqi - detikNews
Banyak Pohon Peneduh Jalan di Klaten Dibakar, Siapa Pelakunya? Pembakaran pohon-pohon di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi)
Klaten - Aksi pembakaran pohon turus atau peneduh turus jalan kabupaten marak dilakukan di Kabupaten Klaten, Jateng. Pohon berusia puluhan tahun itu sebagian mati dan rawan ambruk.

"Tidak tahu siapa yang membakar sebab warga biasanya tahu sudah pagi hari," kata Sumiadi, petani warga Dusun Karanggeneng, Polanharjo, Klaten pada detikcom, Senin (4/11/2019).

Aksi pembakaran pohon di Jalan Delanggu-Polanharjo sudah terjadi beberapa lama. Kemungkinan dilakukan saat malam hari sebab biasanya warga atau petani yang ke sawah mendapatkan pohon terbakar pagi hari.

"Kalau pagi petani melihat pohon terbakar di bagian batang. Kami padamkan sebisanya," tambahnya.
Banyak Pohon Peneduh Jalan di Klaten Dibakar, Siapa Pelakunya?Pembakaran pohon-pohon di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi)

Di dekat sawahnya jenis pohon yang dibakar adalah pohon trembesi yang umurnya sudah puluhan tahun. Dibakar sampai hangus bagian bawah batangnya sehingga berisiko ambruk.

Pantauan detikcom di Jl Delanggu-Polanharjo ada tujuh pohon yang hangus. Ada yang berdiri tinggal menjadi arang dan ada yang masih hidup tetapi kulit sudah hilang.


Hal senada diungkapkan Kades Sekaran, Kecamatan Wonosari, Hery Tri Marjono. Menurutnya aksi pembakaran pohon turus jalan itu sudah setahun terakhir marak.

"Tahun lalu beberapa pohon mahoni di Jl Pakis-Daleman di desa saya juga dibakar di batangnya. Saya laporkan dan akhirnya ditebang sebelum ambruk saat hujan," ungkapnya.
Banyak Pohon Peneduh Jalan di Klaten Dibakar, Siapa Pelakunya?Pembakaran pohon-pohon di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi)

Hery mengatakan perilaku orang tidak bertanggung jawab itu tidak hanya merugikan pemerintah tetapi juga warga sekitar. Sebab pohon peneduh itu untuk peneduh jalan raya.


Para pelaku biasanya membakar di batang paling bawah sampai kulit pohon hangus. Setelah itu kayunya ikut hangus. Dia yakin perbuatan itu tidak cukup sekali dilakukan.

Kepala bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemkab Klaten, Suryanto, mengatakan pohon yang rawan itu sedang didata jumlahnya. Namun pihaknya kesulitan mengantisipasi pembakaran pohon.

"Mau memberikan sanksi, tidak ada saksi yang melihat. Namun dinas sedang menyusun mekanisme penanganan pohon yang membahayakan itu," jelasnya.
(mbr/mbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com