Sungai Kering, Ini Cara Peternak Kerbau di Jepara Mandikan Ternak

Wikha setiawan - detikNews
Jumat, 01 Nov 2019 17:21 WIB
Peternak di Jepara memandikan kerbau di sungai, Jumat (1/11/2019). Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Peternak di Jepara memandikan kerbau di sungai, Jumat (1/11/2019). Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Jepara - Puncak kemarau mengakibatkan sungai di Kabupaten Jepara mengering. Seperti sungai Serang Welahan Drainase (SWD) II yang melintas di Desa Guwosobokerto, Kecamatan Welahan.

Kondisi itu membuat peternak kerbau di desa setempat kelimpungan karena air sungai SWD II menjadi andalan untuk kebutuhan ternak. Mulai dari memandikan hingga makan dan minum.

Seorang peternak kerbau, Samadi (56), mengatakan bahwa air sungai SWD II mulai menyusut sejak enam bulan lalu. Dan semakin parah dalam tiga bulan terakhir.

"Sudah enam bulan, tapi parahnya tiga bulan ini. Tidak ada air yang mengalir di sungai," katanya, Jumat (1/11/2019).


Air sungai SWD II, lanjutnya, selain digunakan untuk irigasi pertanian juga untuk memenuhi kebutuhan peternakan kerbau. Tiap hari, kerbau dimandikan 3-4 kali di sungai.

"Kerbau harus mandi tiga sampai empat kali, ya di sungai ini. Kalau minum, satu kerbau satu ember besar sehari," jelasnya.

Setelah air sungai mengering sejak tiga bulan lalu, para peternak pun terpaksa iuran untuk menyewa mesin pompa air. Peternak mengalirkan air dari sumur ke sungai yang sudah diberi pembatas untuk memandikan kerbau.


Ketua Paguyuban Peternak Kerbau Desa Guwosobokerto, Nur Salim, mengatakan bahwa peternak iuran untuk menstok air ke sungai.

"Peternak iuran Rp 20 ribu untuk ambil air di sumur pompa, dialirkan ke sungai. Uang itu per peternak," katanya.

Untuk mengaliri air ke sungai membutuhkan waktu antara 24-48 jam. Sedangkan jarak sumur ke sungai sekitar 100 meter.

"Itu sumur pompa berada di lahan pertanian. Sumur umum, dan bisa dipakai peternak juga," imbuh Nur Salim.

Ada sekitar 70 peternak di Desa Guwosobokerto. Satu peternak memiliki 3-6 kerbau. Lokasi ternak menjadi satu kompleks di dekat jembatan sungai SWD II. Oleh masyarakat sekitar, lokasi tersebut juga dikenal sebagai 'Hotel Kerbau'.

Sungai Kering, Ini Cara Peternak Kerbau di Jepara Mandikan TernakSungai di Desa Guwosobokerto, Kecamatan Welahan, Jepara, mengering, Jumat (1/11/2019). Foto: Wikha Setiawan/detikcom

Sementara itu untuk persediaan makan ternak, sejauh ini masih mencukupi. "Kalau makanan masih ada momol (daun jagung) dan jerami. Tapi untuk rumput tidak ada karena kering," ujar peternak lainnya, Mukaidi (57).

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menuturkan bahwa hujan diperkirakan mulai turun di Jepara pada November ini.

"Namun intensitasnya masih rendah. Diperkirakan Desember air sudah ada," kata Arwin.


Simak juga video "Ratusan Warga Pacitan Gelar Salat Istisqa di Bendungan Kering" :

[Gambas:Video 20detik]

(rih/rih)