Penjelasan Peneliti LIPI soal Merebaknya Tawon Vespa di Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 29 Okt 2019 15:40 WIB
Tawon vespa affinis yang sedang mewabah di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi)

Menyerang Warga

Serangan tawon Vespa dialami Santoso, warga Dusun Kalideres, Desa Tugu, Kecamatan Cawas, pekan lalu. "Saya diserang dengan 19 sengatan di sekujur badan. Akibatnya, badan saya membiru dan sempat diperiksakan ke dokter sehingga sedikit demi sedikit mulai membaik. Kalau saya tidak kuat mungkin akan lain ceritanya karena sampai sekarang masih terasa di badan racunnya. Sebenarnya masih diminta terus memeriksakan diri," ungkapnya.

Serangan tawon itu berasal dari sarang yang ada di atap rumahnya. Karena tidak mengetahui jika berbahaya, kemungkinan sarang terusik saat didekati, sehingga tawon mengejar dan menyengat korban. Sarang saat ini telah diambil oleh tim Damkir dan tidak ada lagi di sekitar rumahnya.

Ketua tim penanganan tawon Vespa affinis Pemkab Klaten, dokter Rony Roekmito, menjelaskan tawon itu racunnya bisa mematikan jika tidak cepat ditangani dengan metode yang tepat.
Penjelasan Peneliti LIPI soal Merebaknya Tawon Vespa di KlatenPetugas khusus sedang mengevakuasi sarang tawon. (Foto: dok. Istimewa)


Namun, pada 2019 ini, belum ada laporan ada korban meninggal karena masyarakat sudah diberi sosialisasi terus-menerus sejak 2018. Racun tawon Vespa akan menyerang organ limpa dan ginjal.

"Apabila dua organ itu sudah kena racun, tidak akan berfungsi dengan baik menyaring racun dalam tubuh. Akibatnya, daya tahan tubuh lemah dan, jika racun yang masuk dalam jumlah banyak, bisa menyebabkan kematian korbannya. Jika disengat, segera periksakan diri ke puskesmas, RS, atau dokter terdekat untuk memastikan tidak berbahaya,'' jelasnya.

Ciri serangan yang masuk level berbahaya, jika kemampuan buang air kecil mulai terganggu, segera periksakan. Pemkab sejak 2018 akhir sudah memiliki penatalaksanaan serangan tawon Vespa affinis. Puskesmas dan RS sudah diberi sosialisasi penanganannya. Kuncinya, masyarakat diminta tidak mengganggu jika menemukan sarang, dan melapor kepada ahlinya untuk penanganan.
Halaman

(mbr/mbr)