Warga Terdampak Angin Kencang Magelang Butuh Bantuan Air dan Genting

Eko Susanto - detikNews
Rabu, 23 Okt 2019 16:19 WIB
Warga memperbaiki atap rumah yang rusak akibat angin kencang di Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Rabu (23/10/2019). Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang - Para pengungsi dari Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, telah kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka mulai memperbaiki rumah yang rusak akibat angin kencang pada Minggu (20/10) dan Senin (21/10) kemarin.

Plt Kepala Desa Ketundan, Daryono, mengatakan para pengungsi berasal dari Dusun Kiyudan, Kecitran, Krembyungan, Gerutan, Semampiran dan Subowono. Mereka sebelumnya mengungsi di Balai Desa Ketundan maupun masjid-masjid.

"Pada Selasa (22/10) pukul 16.00 WIB, sekitar 1.500 jiwa pengungsi sudah kembali menuju rumahnya masing-masing. Mereka kembali karena sudah tidak ketakutan dengan angin kencang dan sudah nggak trauma. Kembali untuk memperbaiki rumahnya," kata Daryono saat ditemui di Balai Desa Ketundan, Rabu (23/10/2019).


Menurutnya, warga membutuhkan bantuan genting, asbes atau wuwung karena hampir semua rumah warga atapnya rusak tersapu angin kencang.

"Kebutuhan warga ya genting, asbes maupun wuwung karena banyak yang rusak. Kebutuhan lain air bersih karena pipa saluran air dari sumber sampai di bak penampungan rusak tertimpa pepohonan," ujar Daryono.

Sriyono (34), warga Dusun Semampiran, mengatakan jika sehari-hari warga mengambil air dari sumber di bawah lereng Merbabu sejauh 3-4 km. Tapi setelah kejadian angin kencang kemarin, pipa air rusak dan mengganggu penyaluran air.

"Air dari sumber disalurkan dengan paralon menuju bak penampungan dusun. Ada juga 10-20 warga secara rombongan menyalurkan air dari sumber menuju rumahnya masing-masing. Tapi, setelah kejadian angin kencang saluran air mati," ujarnya.

Warga Terdampak Angin Kencang Magelang Butuh Bantuan Air dan GentingWarga Dusun Semampiran, Desa Ketundan menerima bantuan air bersih, Rabu (23/10/2019). Foto: Eko Susanto/detikcom


Sementara saat ini warga yang sudah kembali dari lokasi pengungsian belum ada yang beraktivitas di kebun karena masih fokus memperbaiki rumah yang rusak.

"Warga yang sudah kembali memperbaiki genting yang rusak sebatas tambal sulam saja. Warga belum beraktivitas di kebun, masih gotong royong memperbaiki rumah-rumah yang rusak," kata Kepala Dusun Kecitran, Budi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para relawan berdatangan dari berbagai daerah di sekitar Magelang ikut membantu perbaikan rumah warga.

Diberitakan sebelumnya, angin kencang yang terjadi Minggu (20/10) dan Senin (21/10) melanda 7 kecamatan di Kabupaten Magelang. Dari tujuh kecamatan itu, Desa Ketundan, Kecamatan Pakis adalah wilayah yang terdampak paling parah. (rih/rih)