Keluarga Kaget, Dua Anaknya Ditangkap Densus

Keluarga Kaget, Dua Anaknya Ditangkap Densus

Imam Suripto - detikNews
Rabu, 16 Okt 2019 19:44 WIB
Keluarga Kaget, Dua Anaknya Ditangkap Densus
Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Dua orang terduga teroris yang ditangkap di Sukoharjo yakni Jaelani (36) dan dan Abdul Karim (31) merupakan kakak beradik asal Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah. Orang tua mengaku kaget anaknya ditangkap Densus 88 akibat terlibat jaringan teroris.

Jaelani dan Abduk Karim adalah anak ke 4 dan 5 dari 7 bersaudara pasangan Sodikun (67) dan Tarwi (65). Sodikun berporfesi sebagai tukang kayu dan istrinya sebagai ibu rumah tangga.

Saat ditemui di rumahnya di Desa Kluwut, RT 03, RW 8, Sodikun (67) mengaku kaget saat mendapat kabar kedua anaknya yang tengah merantau diamankan Densus 88 di Sukoharjo, Selasa kemarin. Kabar penangkapan anaknya ini diketahui oleh Sodikun pada Rabu pagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dan istri saya kaget begitu mendapat kabar Jaelani dan Abdul Karim diamankan polisi. Saya pertama kali mendapat kabar dari adik ipar Jaelani melalui telepon. Katanya, Jaelani dan Abdul Karim ditangkap polis tersangkut teroris," ujar Sodikun saat ditemui di rumahnya Rabu (16/10/2019) petang.

Sodikun dan keluarga sama sekali tidak menduga anaknya ikut masuk jaringan teroris. Sebab selama ini tidak ada hal yang mencurigakan dari kedua kakak beradik tersebut.

"Selama ini mereka merantau di Bekasi. Mereka berjualan es jeruk, dan pulang setiap Lebaran. Namun sebulan terakhir, Jaelani pindah pekerjaan ikut menjadi tukang listrik. Setengah bulan lalu, Jaelani juga sempat telepon ke saya dan biasa-biasa saja tidak ada yang mencurigakan," ungkapnya.

Jaelani sebelumnya menikah dengan orang asli Desa Kluwut bernama Sumilah. Pernikahan ini tidak berlangsung lama karena Sumilah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Jaelani kemudian menikah lagi dengan wanita asal Padang yang merantau di Bekasi.

"Kami tidak curiga karena kehidupan kedua anak saya ini biasa-biasa saja. Jaelani pendidikannya hanya sampai kelas 5 SD, sedangkan adiknya Abdul Karim tidak lulus SMP. Semasa kecil pendidikan agama juga biasa saja, seperti anak-anak di sini umumnya," tutur bapak yang kesehariannya bekerja sebagai tukang ini.

Sodikun berharap, kasus yang menimpa kedua anaknya ini segera selesai. Sebagai orqng tua, dia ingin anaknya kembali ke jalan yang benar.

"Ya harapanya anak saya selamat dan kembali ke jalan yang benar. itu saja," sambungnya.

Sementara kakak Jaelani, Kustati (38) mengaku, tidak menyangka adiknya terlibat dalam jaringan teroris. Sebab, adiknya merupakan sosok orang yang baik dan selama hidup di kampungnya tidak ada yang mencurigakan.

"Adik saya itu orangnya baik, tidak ada yang mencurigakan. Cuma sempat meminta agar fotonya tidak boleh dipajang," ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Kluwut, Zaenal Arifin membenarkan, dua orang itu memang warganya. Pihaknya mendapatkan informasi tentang penangkapan tim Densus tersebut pada Selasa (15/10) malam. Kedua orang itu merupakan kakak beradik dan selama ini merantau di Bekasi.
Halaman 2 dari 2
(bgs/bgs)


Berita Terkait