detikNews
Sabtu 12 Oktober 2019, 22:11 WIB

Gubernur Ganjar Ingin Pesan Mobil Esemka Khusus Angkutan Sampah

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Gubernur Ganjar Ingin Pesan Mobil Esemka Khusus Angkutan Sampah Ganjar Pranowo di acara Kongres Sampah. -- Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Kabupaten Semarang - Provinsi Jawa Tengah menggelar Kongres Sampah untuk pertama kalinya. Salah satu yang dibahas yaitu soal fasilitas sehingga Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memiliki keinginan mobil sampah dari Esemka.

Kongres yang digelar dua hari di Kesongo, Tuntang, Kabupaten Semarang, tersebut membahas soal persampahan yang dilakukan di 5 komisi dengan mengangkat isu yang berbeda. Setelah melakukan pembahasan komisi tersebut mengeluarkan rekomendasi sebagai landasan Ganjar mengeluarkan kebijakan.

"Tadi di sidang Komisi I mengeluarkan rekomendasi agar ada alat angkut yang bisa memilahkan sampah-sampah basah dan kering. Karena jika masyarakat sudah melakukan pemilahan sementara ketika di alat angkut dicampur lagi ya percuma," kata Ganjar, Sabtu (12/10/2019).


Ganjar pun memiliki keinginan mobil Esemka bisa membuat mobil pengangkut sampah yang murah juga memisah antara organik dan anorganik. Ia berharap alat angkut itu bisa diproduksi sendiri oleh anak bangsa.

"Kemarin Pak Jokowi meresmikan mobil Esemka. Esemka, katanya mobil murah, saya buatkan yang desain untuk alat angkut sampah. Produk dalam negeri," tandasnya.


Kongres sampah digelar hingga hari Minggu (13/10) besok. Ganjar mengatakan hasil kongres bisa dijadikan rekomendasi untuk acuan mengeluarkan peraturan daerah soal penangana sampah.

"Siapa tahu nanti ada rekomendasi seluruh pemerintah daerah sampai desa mesti mengikuti aturan ini. Kita buat. Kalau ini sudah selesai kita urutkan, mana regulasi sampai politik anggarannya. Jika ada contoh dari masyarakat desa yang bisa memilah sampah. Nantinya bisa dijadikan acuan untuk mengeluarkan Pergub, Perda atau Perdes," tandasnya.


Dari data yang diperoleh Pemprov Jateng, jumlah sampah di Jateng saat ini pertahun mencapai 5,7 juta ton atau 15.671 ton perhari. Sementara untuk mengatasi jumlah tersebut, Jawa Tengah memiliki kekuatan 1.562 Bank Sampah, 144 TPA 3 R dan 542 Rumah Rosok yang bisa mengurangi 267.861 atau hanya 4,71 persen. Oleh sebab itu Ganjar menggelar kongres sampah untuk menyelesaikan permasalahan itu.
(alg/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com