detikNews
2019/10/09 16:57:37 WIB

Dampak Kemarau, Pasokan Air dari 3 Sumber Irigasi Brebes Disetop

Imam Suripto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Dampak Kemarau, Pasokan Air dari 3 Sumber Irigasi Brebes Disetop Salah satu waduk di Brebes yang mengering. (Imam Suripto/detikcom)
Brebes - Pasokan air dari tiga sumber irigasi di Brebes, Jawa Tengah, dihentikan karena tidak memiliki cukup cadangan air. Belasan ribu hektare lahan pertanian di wilayah Brebes bagian tengah dan utara (pantura) tidak mendapatkan air irigasi.

Dampak musim kemarau yang berkepanjangan, volume air di beberapa sumber irigasi berkurang.

"Volume air sudah di bawah ambang batas minimal. Atas pertimbangan volume tersebut, aliran air ke saluran irigasi dihentikan," kata Kabid Irigasi Dinas Pengairan Sumber Daya Air dan Tata Ruang Brebes Anna Dwi Rahayuningtyas Rizky kepada wartawan di kantornya, Rabu (9/10/2019).

Ada tiga sumber irigasi di Brebes, yakni Waduk Malahayu, Bendung Notog, dan Waduk Penjalin.

Untuk Waduk Malahayu di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, alirannya terhenti sejak 6 September lalu. Saat suplesi dihentikan, volume air waduk tersebut tersisa 2.161.470 meter kubik.



Waduk terbesar di Kabupaten Brebes ini memiliki daya tampung 32 juta liter. Ada lima sungai yang menjadi pemasok air di waduk ini, masing-masing Sungai Cigora, Cihalimun, Cicacaban, Sindanghayu, dan Ciomas.

Kemarau panjang yang mendera wilayah Brebes menyebabkan debit air lima sungai itu berkurang. Akibatnya, cadangan air di Waduk Malahayu ini pun ikut menyusut.

"Tanggal 5 September masih dibuka. Volume air masih sekitar 2,5 juta meter kubik," ungkapnya.

Dihentikannya suplesi air Waduk Malahayu menyebabkan 12.378 hektare lahan pertanian ikut terdampak. Area pertanian ini berada di Kecamatan Banjarharjo, Ketanggungan, Kersana, Tanjung, dan Losari.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com