ADVERTISEMENT

Lokalisasi Sunan Kuning Semarang, Lahir 1966 dan Omzetnya Rp 1 M Semalam

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 09 Okt 2019 16:38 WIB
Gapura kawasan lokalisasi Sunan Kuning, Semarang (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Berbicara tentang lokalisasi Sunan Kuning, Semarang, bukan hanya soal kegiatan pekerja seks komersial (PSK) yang ada di sana. Ada usaha lain yang dilakoni warga di kawasan yang mencakup enam RT tersebut.

Pada masa sebelum proses penutupan lokalisasi yang ada sejak 19 Agustus 1966 itu, perputaran uang di SK atau yang sebenarnya bernama Resosialisasi Argorejo ini mencapai Rp 1 miliar per malam.

"Perputaran uang semalam ya kalau Rp 1 miliar bisa, itu kotor, ya," kata pengelola Argorejo, Suwandi, kepada wartawan pada 22 Juni 2019.

Banyaknya uang yang bergulir di sana memang tidak mengherankan karena setidaknya ada 177 usaha karaoke dan 476 pekerja atau yang biasa disebut oleh pengelola sebagai anak asuh.

Belum lagi ada warung sembako, warung makan, salon, butik, hingga minimarket di sana. Penutupan SK tentu saja berdampak pada mereka juga, sehingga dilakukan dengan hati-hati.


Salah seorang pengelola karaoke, Sukmawati, mengaku sejak isu penutupan SK bergulir setahun lalu, pendapatannya menurun. Ia masih bisa mencari nafkah dengan butik miliknya.

"Sekarang cari Rp 300 ribu itu susah sehari. Padahal kontrakan ini Rp 12 juta per bulan," kata Sukmawati, Kamis (9/10/2019).

"Ya makanya dengan usaha lain, butik ini berusaha untuk menutup kebutuhan," imbuhnya.

Terkait penutupan SK, Sukmawati mengaku sebetulnya tidak setuju. Ia belum tahu harus bagaimana nantinya, dan justru mengaku akan menjajakan diri ke jalanan.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT