Keraton Yogya: Tak Ada Pasar Malam Sekaten Tahun Ini

Usman Hadi - detikNews
Kamis, 03 Okt 2019 19:32 WIB
Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridhamardawa Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KPH Notonegoro, Kamis (3/10/2019). (Usman Hadi/detikcom)



Kondisi Alun-alun Utara Yogyakarta memang menjadi perhatian serius pihak Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sebab, penyelenggaraan PMPS tiap tahunnya menyebabkan kerusakan rumput dan terjadi penumpukan sampah seusai acara di Alun-alun Utara.

"Karena setiap kali setelah habis dipakai pasar malam, Alun-alun (Utara) itu pasti kondisinya sudah tidak keru-keruan. Rumputnya nanti habis dan kotor, dan sebagainya," tuturnya.


Notonegoro lalu bercerita mengenai sejarah PMPS yang digelar berbarengan dengan Hajad Dalem Sekaten. Menurutnya, digelarnya PMPS merupakan siasat pihak kolonial Belanda untuk menghadang syiar Islam dan menutup potensi pemberontakan dari masyarakat.

"Sebetulnya (PMPS) itu ada sejarahnya juga ya. Itu waktu zaman dulu, karena Sekaten itu dipakai untuk syiar oleh kerajaan-kerajaan, untuk dakwah, dan juga kadang-kadang disisipi pesan-pesan semangat perjuangan melawan penjajah," katanya.

"Belanda itu yang mengadakan pasar malam, gitu, untuk memecah perhatian rakyat supaya tidak terlalu ke sana (Sekaten). Dan kemudian setelah lama tidak ada, baru sekitar mungkin 30 tahun yang lalu diadakan lagi pasar malam Sekaten," pungkas dia.

Sebagai informasi, Hajad Dalem Sekaten tahun ini akan digelar pada 3-9 November 2019. Acara itu akan diawali dengan Miyos Gangsa dan diakhiri dengan Kondur Gangsa. Sehari setelahnya atau tanggal 10 November akan dilangsungkan Garebeg Mulud.


(ush/rih)