Reresik Sumur Pitu, Tradisi Merawat Mata Air di Purworejo

Rinto Heksantoro - detikNews
Sabtu, 28 Sep 2019 20:23 WIB
Foto: Rinto Heksantoro
Foto: Rinto Heksantoro

Setelah prosesi pengambilan air suci selesai, rombongan kembali berjajar hingga keseluruhan ritual lain usai dilaksanakan sebelum akhirnya menuju balai desa. Selain mengambil air suci, seperangkat kuda lumping beserta pemainnya juga ikut dijamas atau dibersihkan.

Ritual kemudian ditutup dengan rebutan gunungan hasil bumi. Masyarakat pun percaya akan mendapat berkah dan rejeki yang melimpah jika bisa mendapatkan makanan atau hasil bumi dari gunungan itu.

Salah satu warga yang tak mau ketinggalan adalah Wakiyah (40). Meski hanya memperoleh sebatang pisang, ia merasa senang.

"Tadi ikut rebutan, Alhamdulillah ini dapat pisang semoga berkah dan murah rejeki," ucap Wakiyah.
Reresik Sumur Pitu, Tradisi Merawat Mata Air di PurworejoFoto: Rinto Heksantoro

Sementara itu, Kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo AP yang ikut hadir dalam acara berharap agar atraksi wisata budaya di Purworejo bisa terus dijaga dan tetap menggali potensi lain yang ada untuk menyambut tahun kunjungan wisata Purworejo 2020.

"Tentunya untuk menarik kunjungan wisata, termasuk tradisi reresik sumur pitu ini. Purworejo diharapkan bisa terus menggali potensi yang ada, juga untuk menyambut tahun kunjumgan wisata atau Romansa Purworejo 2020," kata Agung.

Rangkaian acara pun masih berlanjut hingga malam hari dengan menggelar kenduri agung di balaidesa. Hal tersebut dilakukan sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yanga Maha Esa karena telah diberi limpahan rejeki terutama sumber mata air yang tiada habisnya.

Pada hari Minggu (29/9/2019) besok, acara juga masih akan dilanjutkan dengan menggelar pertunjukan kuda lumping di area sumur pitu dari dari pagi hingga sore hari.
Halaman

(bgk/bgs)