ADVERTISEMENT

Muhammadiyah Bentuk Tim untuk Kawal Kasus Tewasnya 2 Mahasiswa Kendari

Usman Hadi - detikNews
Jumat, 27 Sep 2019 13:50 WIB
Foto: istimewa
Yogyakarta - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah membentuk tim advokasi menyusul dua mahasiswa tewas, salah seorang diantaranya kader IMM, Randi (21), saat mengikuti aksi demonstrasi. Berikut ini pernyataannya.

"Majelis Hukum dan HAM (MHH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah berduka atas meninggalnya Randi, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang meninggal akibat luka tembak senjata api dari jarak jauh," demikian disampaikan PP Muhammadiyah melalui keterangan tertulis yang diterima wartawan, Jumat (27/9/2019).

PP Muhammadiyah, lanjutnya, ingin memastikan polisi melaksanakan pemeriksaan terhadap petugas kepolisian yang menangani aksi unjuk rasa yang berujung pada meninggalnya pengunjuk rasa.

"Maka MHH PP Muhammadiyah telah membentuk tim advokasi baik di tingkat Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah maupun di Kendari melalui Majelis Hukum dan HAM PWM Sulawesi Tenggara," lanjut keterangan keterangan tersebut.


Ketua MHH PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo menambahkan bahwa polisi harus memastikan tidak hanya pelaku lapangan, tapi juga pimpinan yang menjadi penanggungjawab pengamanan untuk diperiksa.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT