Polisi Amankan 42 Orang Buntut Kericuhan Usai Demo di Magelang

Eko Susanto - detikNews
Kamis, 26 Sep 2019 20:04 WIB
Kericuhan terjadi seusai demo #MagelangBergerak di kompleks kantor DPRD dan Pemkot Magelang, Kamis (26/9/2019). (Eko Susanto/detikcom)
Kericuhan terjadi seusai demo #MagelangBergerak di kompleks kantor DPRD dan Pemkot Magelang, Kamis (26/9/2019). (Eko Susanto/detikcom)
Magelang - Polisi mengamankan 42 orang dalam kericuhan di kompleks kantor DPRD dan Pemkot Magelang. Kericuhan terjadi setelah massa unjuk rasa #MagelangBergerak membubarkan diri.

Pantauan di lokasi, massa aksi #MagelangBergerak membubarkan diri setelah Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno menemui mereka dan menandatangani pernyataan sikap. Saat itu orator meminta massa pulang, bahkan ada yang mengingatkan, jika melihat sampah yang tercecer, dikumpulkan di tempat sampah.

Ketika massa membubarkan diri itulah kericuhan pecah. Segerombolan massa yang terlihat masih remaja tiba-tiba melepar batu ke arah polisi yang berada di halaman kantor DPRD Kota Magelang. Massa juga melempari petugas yang berada di halaman kantor Pemkot Magelang.


Aksi pelemparan terus terjadi, polisi pun sempat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa agar meninggalkan kawasan Jalan Sarwo Edi Wibowo. Aksi massa bisa diredam ketika memasuki waktu Magrib.

Akibat kericuhan ini, sejumlah lampu di pagar kantor DPRD maupun Pemkot Magelang pecah. Selain itu, kerusakan tampak pada pot tanaman, papan nama kantor DPRD dan Pemkot Magelang, serta kaca pos jaga pintu masuk dan keluar Pemkot Magelang.

Dirpamobvit Polda Jateng Kombes Suparyono mengatakan puluhan orang yang diamankan itu kemudian dibawa ke Mapolres Magelang Kota untuk diperiksa. Mereka diduga massa yang melakukan perusakan.

"Sementara dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan, kurang-lebih ada 42. Mereka ada yang pelajar, ada yang wiraswasta, atau yang sudah lulus. Mahasiswa nggak ada," katanya saat ditemui di sekitar masjid Pemkot Magelang, Kamis (26/9/2019) petang.


Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kota Magelang untuk tetap tenang karena situasi sudah kondusif. Terlebih aksi #MagelangBergerak sebetulnya berjalan aman dan damai.

"Kami apresiasi mahasiswa yang melakukan aksi damai. Benar mereka adik-adik kita melaksanakan aksi damai, namun ada beberapa insiden kecil. Nanti keterangan lebih lanjut. Kami masih tangani dan kami harapkan warga tetap beraktivitas sesuai dengan tugas, kegiatan, pekerjaannya," ujarnya. (rih/rih)