detikNews
Senin 23 September 2019, 19:08 WIB

HUT Kudus, Sekda Doakan Lebih Baik Pasca-OTT KPK

Akrom Hazami - detikNews
HUT Kudus, Sekda Doakan Lebih Baik Pasca-OTT KPK Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Kabupaten Kudus memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-470. Berbagai acara digelar, seperti ziarah ke makam mantan bupati, doa bersama, dan acara kirab budaya.

Setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap bupati nonaktif M Tamzil akhir bulan Juli, ada puluhan ASN, swasta, hingga anggota DPRD Kudus yang diperiksa KPK. Sekda Kudus Sam'ani Intakoris juga diperiksa KPK sebanyak dua kali sebagai saksi.

"Mari kita bersama-sama dalam situasi keprihatinan, kita mendukung Pak Plt Bupati Kudus. Kita doakan Pak Bupati (Tamzil), yang lagi menghadapi masalah hukum. Semoga Kudus tetap terus dan tambah dewasa," kata Sam'ani kepada media di halaman kantor Pemkab Kudus, Senin (23/9/2019) sore.

Disinggung lebih dalam apakah doa untuk Tamzil itu dimaksudkan agar bisa bebas, Sam'ani mengungkapkan doa itu di antaranya agar Tamzil diberi keselamatan serta bisa bebas dari jeratan hukum.



"Doanya (untuk Tamzil) diberi keselamatan, macam-macam. Bisa bebas, bisa bersama kita lagi," ujarnya.

Ia mengaku bukan hanya mendoakan Bupati nonaktif M Tamzil yang kena masalah hukum, tapi juga mendoakan bupati yang sudah meninggal.

"Ada doa khusus bupati sudah meninggal, pensiun, kena masalah, bupati yang kena kasus hukum. Tadi sudah kami datangi. Tadi pagi kami datangi yang sudah meninggal (ziarah). Bukan bebas (Tamzil), itu proses hukum. Pak Tamzil, diberi keselamatan," imbuhnya.

Dalam kesempatan hari jadi Kudus ini, Sam'ani berpesan kepada ASN hingga masyarakat supaya Kudus bisa lebih baik lagi, termasuk bebas dari jual-beli jabatan hingga pungutan liar.

"Membangkitkan semangat ASN, pengusaha, masyarakat, rakyat. Ini kan pesta rakyat. Sesuai judul acara, Kabupaten Kudus Tawaduk dan Khidmat terhadap aturan yang ada. Tawaduk terhadap agama yang kita yakini, Kudus kota toleransi, antaretnis, suku, Kudus jadi kota toleransi, kota aman," ujarnya.

"Kinerja ASN melayani masyarakat dengan sebaiknya. Zero pungli, jual-beli jabatan tidak ada, transparan," harapnya lebih lanjut.



Sam'ani menambahkan, saat ini tercatat sudah ada 60 orang, dari ASN, swasta, hingga DPRD, yang diperiksa KPK sebagai saksi atas kasus dugaan jual-beli jabatan yang menjerat Tamzil.

"Total ASN yang dipanggil 60 ASN, swasta, maupun Dewan. Saksi, ya," ungkapnya.

Ditanya apakah dia sudah menjenguk Tamzil selama di tahanan, Sam'ani mengaku, sesuai aturan, saksi tidak boleh menjenguk tahanan. Karena itu, hal tersebut belum dilakukannya.

Dimintai tanggapan soal permintaan Tamzil agar KPK membatalkan status tersangkanya, Sam'ani mengatakan, "Kita ikuti proses hukum. Saya bukan orang ahli hukum."


Simak juga video "Pukat UGM: Koruptor Lebih Takut Miskin Daripada Hukuman Mati":

[Gambas:Video 20detik]



(bgk/bgs)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com